Hari Pertama FDS, Noken Diserbu Pengunjung

share on:
Para pengunngung membelikan noken Mama-Mama Papua pada hari pertama pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS), Minggi (19/6/2016) - Jubi/Agus Pabika
Para pengunngung membelikan noken Mama-Mama Papua pada hari pertama pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS), Minggi (19/6/2016) – Jubi/Agus Pabika

Jayapura, Jubi – Hari pertama pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS), Minggu, 19 Juni 2016 sebagai “berkat” bagi para pengrajin noken.

Noken dan kerajinan tangan lainnya seperti gelang dan topi dari serat kayu dan benang wol diburu para pengunjung.

Mama Tina, penjual noken mengatakan noken yang dibuatnya terbuat dari bahan wol dan benang asli dari serat kayu yang dikeringkan. Noken-noken itu pun dijual dengan harga yang bervariasi, tergantung ukuran, bahan dasar dan lama pembuatannya.

“Harga kerajinan lokal yang dijual bervariasi mulai dari noken seharga Rp 200 ribu untuk bahan dasar wol, noken asli serat kayu Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu tapi tergantung ukurannya. Topi dijual Rp 100 ribu dan gelang tangan Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per buah,” katanya.

Salah satu pengunjung FDS yang ditemui Jubi, Wulan mengatakan, dirinya tertarik dengan keunikan kerajinan tangan yang dipasarkan mama-mama Papua untuk dijadikan suvenir.

“Saya sangat senang dengan kerajinan tangan terlebih pada bahan-bahan asli khas daerah yang digunakan seperti noken asli, gelang dan kalung lainnya yang masih menjaga keaslian bahan yang di gunakan, kerajinan ini seperti ini banyak di minati anak-anak muda di Indonesia karena sangat unik dan natural,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Hari Pertama FDS, Noken Diserbu Pengunjung