Stok Beras Aman Hingga 3,7 Bulan Kedepan

share on:
Ilustrasi beras bulog - Jubi/tempo.co
Ilustrasi beras bulog – Jubi/tempo.co

 

Jayapura, Jubi – Kepala Bulog Divisi Regional Papua-Papua Barat Muhammad Atar Rizal memastikan ketersediaan stok beras selama Ramadhan aman hingga 3,7 bulan kedepan.

“Stok beras tidak ada masalah dan mampu memenuhi kebutuhan beras di masyarakat Papua,” kata Muhammad Atar Rizal, di Jayapura, Selasa (21/6/2016).

Menanggapi itu, Atar mengingatkan masyarakat untuk momen momen hari raya seperti saat ini tidak melakukan aksi borong tetapi beli dengan secukupnya saja sesuai dengan kebutuhan.

“Selama ini kami melakukan pengadaan dengan mendatangkan beras dari Kabupaten Merauke, Nabire dan Manokwari kemudian untuk kekurangannya baru diambil dari luar Papua penyebaran stok punya Pemerintah dari Jawa Timur,” ujarnya.

Dia menambahkan Bulog terus berupaya keras untuk bagaimana kebutuhan beras bagi masyarakat di Papua bisa terpenuhi dengan baik dan jangan sampai ada kekurangan atau hambatan dalam mendatangkan beras.

“Beras adalah kebutuhan pokok yang harus terpenuhi. Karena kalau habis, maka itu yang menjadi masalah. Tetapi sejauh ini kami menjamin kalau stoknya tetap aman dan masyarakat tidak perlu kuatir,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Bulog Sub Divre Merauke, Zaid El Sabali mengungkapkan, petani di kampung-kampung terutama di lokasi eks transmigrasi, sudah mulai melakukan panen padi pada musim rendengan (tanam pertama) terhitung sejak pertengahan Bulan Mei 2016 lalu. Dari hasil gadu yang digiling menjadi beras,  Bulog telah membeli sebanyak 9.000 ton atau menyerap sekitar 30 persen.

“Memang kami berharap sampai akhir Juni 2016, beras petani sudah bisa diserap hingga mencapai 50 persen,” ujar Sabali kepada Jubi di ruang kerjanya Selasa (14/6/2016).

Dijelaskan, berapa pun beras milik petani yang telah digiling, siap dibeli Bulog Sub Divre Merauke dengan harga Rp 7.300/kg. “Itu sudah menjadi komitmen kami, setelah melihat juga hasil panen petani pada musim rendengan, sangat baik dibandingkan tahun-tahun sebelum,” ujar dia.

Dikatakan, salah satu persoalan yang tengah dihadapi petani di kampung-kampung adalah melakukan pengeringan gabah. Meskipun ada alat, namun masih terbatas. Sehingga petani hanya mengandalkan sinar matahari. Sementara, gabah yang dipanen, jumlahnya sangat banyak. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Stok Beras Aman Hingga 3,7 Bulan Kedepan