Kuasa Hukum Solpap : Komnas HAM Juga Segera Turun Tangan

share on:
Suasana reka ulang kasus kematian Alm. Robert Jitmau di TKP Ring Road Hamadi, Selasa (21/06/2016) - Jubi/Abeth You
Suasana reka ulang kasus kematian Alm. Robert Jitmau di TKP Ring Road Hamadi, Selasa (21/06/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Guna melakukan proses penyelidikan yang lebih dalam terhadap kemarian Alm. Roberth Jitmau (Rojit), Kepolisian Sektor Jayapura Selatan (Polsek Japsel) menggelar reka ulang bersama tujuh saksi dan satu orang yang dianggap tersangka di pintu masuk Ring Road Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Selasa (21/06/2016).

Kapolsek Jayapura Selatan, Kompol Heru Hidayanto mengatakan, pihaknya menggelar hal reka ulang sebagai salah satu tahapan dalam proses penyelidikan untuk mengaktualisasikan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dilakukan sebelumnya.

“Terkait dengan lakalantas terhadap Alm. Roberth Jitmau ini kami sudah periksa tujuh saksi dan satu tersangka. Oleh karena itu, ini semua harus ada sinkronisasi yakni keterkaitan cerita dan penyesuaian di antara satu dengan yang lain,” ungkap Kompol Heru Hidayanto kepada Jubi usai reka ulang.

Menurut Heru, dalam reka ulang semua rangkaian keterangan itu dipraktekan di TKP.

“Sehingga, nanti bisa tergambar jelas bagaimana peristiwa itu mulai dari awal hingga akhir dari kejadian itu. Jadi kami mencari tahu sesuai dengan apa yang dialami, dilihat dan didengar oleh saksi tersebut. Jadi dasar dari kami melakukann reka ulang ini semuanya keterangan dari para saksi,” jelasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Alm. Roberth Jitmau, Gustaf R. Kawer mengatakan, reka ulang yang dilakukan itu mengarah ke arah lakalantas dan masih sebatas dugaan.

“Kami pikir kalau sebut kasus lakalantas ini masih sebatas dugaan. Kami tidak bisa kasih tahu Dolfinus adalah tersangka atau pelaku. Tujuannya adalah memperjelas perkara. Tapi ini dugaan dan belum pasti pelakunya siapa,” terang Gustaf R. Kawer.

Dikatakan Gustaf, selain dari reka ulang ini ada dugaan-dugaan lain yang muncul dari keterangan saksi-saksi. Sehingga, diminta supaya Komnas HAM juga turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut untuk memastikan apakah ada indikasi by design atau tidak.

“Perlu dibuka lagi. Kalau diangkat rekonstruksi ini, kami lihat arahnya lakantas dan pelakunya satu saja. Dalam hal ini Komnas HAM juga perlu turun tangan. Kami tidak bisa pakai istilah katanya, mungkin dan sejenisnya. Itu tidak bisa dan harus kita harus bersama-sama dan tangani dengan serius,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kuasa Hukum Solpap : Komnas HAM Juga Segera Turun Tangan