Dinkes Tangerang: Kematian Bayi 322 Kasus per Kelahiran

share on:
Ilustrasi Ibu dan bayi - inilahbanten.com
Ilustrasi Ibu dan bayi – inilahbanten.com

Tangerang, Jubi – Aparat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menyatakan kematian setiap 1.000 orang bayi baru lahir mencapai 322 kasus selama tahun 2015, hal itu disebabkan pemahaman terhadap ibu melahirkan masih kurang.

“Para ibu masih percaya pada pertolongan dukun kampung ketimbang bidan desa, ini menjadi persoalan,” kata Kepala Dinkes Pemkab Tangerang Naniek Isnaeni di Tangerang, Kamis (23/6/2016).

Naniek mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya secara gencar melakukan sosialisasi di tingkat Puskesmas dan Posyandu terdekat.
Dia menjelaskan bahwa angka kematian bayi pada tahun 2014 per 1.000 kelahiran mencapai 147 bayi. Jumlah ini meningkat sebesar 110 persen.

Pemahaman kesehatan bagi ibu mengandung dan melahirkan sangat diperlukan, termasuk dalam pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Bahkan asupan gizi ibu ketika mengandung juga sangat penting agar anak yang lahir tumbuh dan berkembang secara sehat.
Namun kesadaran para ibu mengandung untuk memeriksakan kesehatan bayi sangat rendah, dan kadang menganggap sepele hingga menyebabkan kematian bayi menjadi tinggi.

Dia mengatakan angka kematian ibu saat melahirkan tahun 2014 sebanyak 47 kasus dan tahun 2015 bertambah menjadi 51 kasus.
Menurut dia, sosialisasi dan kegiatan lapangan tentang pentingnya menjaga kesehatan bayi dan ibu mengandung dilakukan sebaiknya secara rutin.

Demikian pula pemahaman warga harus ditingkatkan untuk menggunakan tenaga medis dalam persalianan ketimbang dukun beranak.

Dia menambahkan setiap Puskesmas yang tersebar di 29 kecamatan telah memiliki fasilitas persalinan yang lengkap dan warga tidak perlu khawatir menyangkut biaya.
“Karena semua biaya persalinan telah ditanggung oleh pemerintah daerah,” katanya.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dinkes Tangerang: Kematian Bayi 322 Kasus per Kelahiran