Ketua BMP: Pepera 1969 Sah

share on:

Ketua DPP Barisan Merah Putih Papua, Ramses Ohe – Jubi/Niko
Ketua DPP Barisan Merah Putih Papua, Ramses Ohe – Jubi/Niko
Sorong, Jubi – Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Barisan Merah Putih (BMP) Papua, Ramses Ohe mengatakan hasil penentuan pendatapat rakyat (Pepera) tahun 1969 sudah sah dan Papua menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal itu dikatakan Ramses saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) BMP dari enam kabupaten se-Sorong Raya, Papua Barat, di Kota Sorong, Jumat (24/6/2016).

Menurut Ramses Ohe Menteri Luar Negeri Indonesia dan Belanda saat di sidang PBB 1969 membuktikan Indonesia untuk tetap mempertahankan Papua sebagian dari NKRI. Oleh karena itu, ancaman memisahkan diri dari NKRI bukanlah solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan Papua, tetapi melalui dialog dengan pemerintah.

“Kita adalah bagian sah NKRI. Itu sudah diputuskan pada Pepera 1969. Jangan tipu-tipu,” katanya.

Tokoh pemuda Papua Bart Jhoni Hasitay mengatakan pernyataan Ketua BMP Papua Ramses Ohee sah-sah saja. Namun Indonesia harus menegakkan keadilan di Tanah Papua dan menyelesaikan pelanggaran HAM di dua provinsi ujung timur Indonesia ini.

“Dengan demikian jangan ada lagi stigma orang Papua separatis,” kata Jhoni.

Ia juga meminta agar Pemerintah harus memberlakukan orang Papua dengan baik dan khusus jika memang Papua bagian dari NKRI.
Ketua DPD BMP Papua Barat Sahaji Reblesu mengatakan selain menjaga keutuhan NKRI, Barisan Merah Putih juga harus menjaga generasi muda dari narkoba, seks bebas dan korupsi.

“Korupsi harus diberantas dan menjadi perhatian BMP,” kata Sahaji. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ketua BMP: Pepera 1969 Sah