Legislator Ingin Masalah Yanmas Segera Tuntas

share on:

Jubi-Arjuna- KotoukiJayapura, Jubi – Komisi V DPR Papua yang membidangi pendidikan ingin masalah Akademi Perawat (Akper) Yanmas segera tuntas. Tak berlarut-larut agar mahasiswa mendapat kepastian dan bisa menentukan langkah selanjutnya untuk masa depan mereka.

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Nioulen Kotouki mengimbau pihak terkait untuk segera mencari solusi penyelesaian. Masalah itu tak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Ini bukan masalah sepele. Ini menyangkut masa depan ribuan mahasiswa. Baik yang sudah diwisuda maupun yang belum. Nasib alumni Yanmas kini tak menentu. Ini lantaran ijazah yang dikeluarkan tak diakui karena Akper itu diduga tak terakreditasi,” kata Nioulen, Jumat (24/6/2016).

Akibatnya menurut Kotouki, alumni Akper Yanmas tak bisa menggunakan ijazah mereka untuk mencari pekerjaan. Mereka ditolak oleh instansi pemerintah dan swasta.

“Pihak kampus, terutama pihak yayasan yang menaungi Akper Yanmas harus memastikan nasib mahasiswa. Bagaimana jalan keluarnya. Jangan diam saja. Ini bukan masalah sepele,” ujarnya.

Komisi V DPR Papua berencana mengundang pihak kampus dan yayasan untuk membicarakan masalah itu. Perlu segera ada langkah penyelesaian. Jika tidak, nasib ratusan bahkan mungkin ribuan mahasiswa dan alumni akan terkatung-katung.

“Hanya saja mungkin setelah kami melakukan reses ke daerah pemilihan kami masing-masing beberapa waktu mendatang. Mungkin setelah Idul Fitri barulah kami akan mengudang pihak terkait, termasuk Kopertis,” katanya.

Hal yang sama dikatakan anggota Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol. Menurutnya, berbagai pihak terkait termasuk pemerintah perlu turun tangan menyelesaikan masalah itu.

“Setelah masalah ini muncul ke permukaan beberpa bulan lalu, sejak itu juga aktivitas kuliah terganggu. Mahasiswa terus menuntut pertanggungjawaban pihak kampus dan yayasan,” kata Natan.

Padahal lanjut dia, sebagain besar mahasiswa di Akper itu adalah putra/putri asli Papua. Kalau kondisi itu dibiarkan, sama halnya tak ada kepedulian terhadap masa depan generasi muda Papua.

“Akper Yanmas didominasi anak-anak asli Papua. Entah sudah berapa kali Akper itu mewisuda mahasiswanya. Tapi ternyata ijazah mereka tak diakui. Tak punya legalitas,” imbuh Natan.

Katanya, pihak pengelola Akper Yanmas harus segera membenahi berbagai kekurangan yang ada mencarikan solusi untuk mahasiswa dan alumni. (*)

Tags:
Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Legislator Ingin Masalah Yanmas Segera Tuntas