Timsel Belum Tiba di Deiyai, Calon Siswa SMA N 3 Jayapura Kecewa

share on:
Tampak depan SMA Negeri 3 Jayapura, Papua, Jumat (23/06/2016) - Jubi/Abeth You
Tampak depan SMA Negeri 3 Jayapura, Papua, Jumat (23/06/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Panitia seleksi siswa baru masuk SMA Negeri 3 Jayapura, Papua tidak tiba sampai di Kabupaten Deiyai membuat para orangtua yang anaknya hendak masuk di sekolah bertaraf internasional itu marah.

Pada dari sekolah tersebut telah mengutus panitia seleksi untuk kirim ke setiap kabupaten/kota di Provinsi Papua guna melakukan tes bagi calon siswa baru.

Salah satu orangtua dari Deiyai, Martina (33) mengatakan, pihaknya menyayangkan sikap egois yang dilakukan itu sehingga panitia seleksi tidak sampai di Waghete (ibukota Kabupaten Deiyai).

“Kami semua orangtua bersama seluruh anak-anak kami yang baru selesai SMP sedang menunggu di Deiyai. Tapi panitia atau utusan dari SMA Negeri 3 Jayapura tidak juga sampai di sini (Deiyai). Kami menyesal sekali,” kata Martina kepada Jubi via selular, Jumat (24/6/2016).

Dikatakan, panitia tersebut ditahan oleh Wakil Bupati Deiyai di Nabire sehingga dimasukkan nama calon siswa baru sesukanya dari keluarganya sendiri. “Kami dapat informasi bahwa bapak Wakil Bupati Deiyai tahan tim itu di Nabire. Bapak wakil bupati kasih masuk nama dari dia punya keluarga saja,” jelasnya.

“Terus kami yang sedang menunggu di Deiyai ini bagaimana? Jadi, nama yang bapak wakil bupati Deiyai masukan itu bukan lulusan dari SMP di Deiyai, tapi lulusan SMP dar luar Deiyai. Ini sangat keliru sekali. Masa, pimpinan daerah tapi caranya begini. Kami sebagai orangtua sangat menyesal,” keluhnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas P&P Deiyai, Piter Adii mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mendapatkan surat dari SMA Negeri 3 Jayapura bahwa tim seleksi akan segera ke Deiyai untuk melakukan tes terhadap lulusan SMP tahun ajaran 2016, namun hingga kini tim tersebut belum juga tiba.

“Memang kami masih menunggu tim dari SMA Negeri 3 Jayapura untuk lakukan tes di sini. Tapi, sekarang sudah satu minggu tim belum sampai di sini,” kata Piter Adii.

Ditanya, apakah ada alasan sehingga tim belum tiba? Menurutnya, tidak tahu menahu apa alasannya sehingga tim itu belum sampai di daerah Tigi. “Kami hanya dapat informasi bahwa tim itu diambil alih oleh pak Wabup,” katanya singkat.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Jayapura, Anton Joko Martono mengatakan, sejujurnya tim tersebut ditahan oleh Wakil Bupati Deiyai di Nabire dan dimasukkan tiga orang calon siswa baru.

Kepala SMA Negeri 3 Jayapura, Anton Joko Martono, Jumat (23/06/2016) - Jubi/Abeth You
Kepala SMA Negeri 3 Jayapura, Anton Joko Martono, Jumat (23/6/2016) – Jubi/Abeth You

“Benar, tim yang dipimpin ibu Deda dengan tujuan Deiyai itu ketemu pak Wakil Bupati Deiyai di Nabire sehingga mereka tidak naik ke Deiyai,” ujar Anton Joko Martono.

Menurut Anton, pihaknya belum mengetahui apa motifnya sehingga ditahan oleh 02 Deiyai di Nabire dan memasukkan nama calon siswa dari keluarganya sendiri. “Kami dapat informasi bahwa dari Deiyai ada 3 calon siswa yang diberikan pak Wakil Bupati Deiyai, tapi 3 itu keluarganya. Bukan dari umum,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Jubi belum berhasil konfirmasi ke Wakil Bupati Deiyai lantaran nomor telepon selulernya tidak aktif. (*)  

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Timsel Belum Tiba di Deiyai, Calon Siswa SMA N 3 Jayapura Kecewa