Trada Uang, OAP Tak Sekolah, Legislator Angkat Bicara

share on:

Ilustrasi siswa/i OAP. Siswa SD Kheleblow, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua ketika pulang sekolah – Jubi/dok.
Ilustrasi siswa/i OAP. Siswa SD Kheleblow, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua ketika pulang sekolah – Jubi/dok.
Sorong, Jubi – Sepuluh warga Jalan Trikora, Kilometer 7 Gunung, Kota Sorong, Papua Barat mengeluhkan tidak adanya dana untuk membiayai anak-anaknya mereka yang ingin belajar di SDI 50 Kota Sorong.

Pasalnya sepuluh warga tersebut trada (baca: tidak ada) uang sebesar Rp 3 juta yang dibebankan per siswa di sekolah tersebut.

Sesuai ketentuan sekolah biaya tambahan dengan rincian untuk lima pasang pakaian seragam dan buku penunjang kegiatan belajar Kurikulum 2013 total biaya Rp 1.175.000 per siswa dan harus dilunasi orangtua.

Maka warga tersebut terpaksa mengurungkan niatnya untuk menyekolahkan anak-anaknya.

“Saat kita mendaftarkan putra kami ke SD Inpres 50 Kota Sorong, pihak sekolah meminta agar pembayaran dilakukan secara langsung dan tidak dicicil,” kata Mama Kamla Kosefa, orangtua calon siswa SDI 50.

Menurut dia sebelumnya dijelaskan bahwa dirinya merupakan bagian dari masyarakat ekonomi lemah. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan agar Pemerintah Kota Sotong memperhatikan hal tersebut.

Anggota DPRD Kota Sorong Safrudin Sabonnama menyayangkan kondisi tersebut. Menurut Safrudin seharusnya pihak sekolah melihat latar belakang orangtua siswa, apalagi 10 anak yang terancam ini merupakan anak asli Papua harus diperlakukan secara khusus sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua.

Ia pun mengeritik kebijakan sekolah yang tidak melihat latar belakang orantua siswa dan pungutan sebesar itu.

“Padahal undang-undang sudah mengharuskan pendidikan tingkat SD dan SMP gratis alias tidak dipungut biaya,” katanya.

Ia bahkan mempertanyakan alasan pihak sekolah memungut biaya sebesar itu bagi anak-anak yang ingin sekolah. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Trada Uang, OAP Tak Sekolah, Legislator Angkat Bicara