Redakan Ketegangan Universitas, Perdana Menteri PNG Ancam Terapkan Jam Malam

share on:
Perdana Menteri PNG, Peter O'Neill - dok
Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill – dok

Jayapura, Jubi – Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill mengatakan kabinetnya akan menggelar pertemuan untuk membahas metode meredakan ketegangan di universitas nasional negara itu.

Bentrokan yang terjadi di Universitas Teknologi (UNTECH) di Lae, pada Sabtu lalu, menewaskan satu orang dan beberapa bangunan di kampus itu dibakar. Bangunan-bangunan yang dibakar itu diduga telah menjadi terget penyerangan.

Pihak universitas telah mengevakuasi para mahasiswanya dari kampus tersebut dan  berjanji melakukan penyelidikan penuh.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Peter O’Neill mengatakan dirinya muak atas tindakan brutal itu dan menegaskan untuk menangkap para pelakunya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan.

Insiden di Unitech terjadi mengikuti protes mahasiswa yang dilakukan selama berminggu-minggu di seluruh wilayah di negara itu. Mereka mendesak pengunduran diri Peter O’Neill dan menjalani pemeriksaan atas tuduhan kasus dugaan korupsi dan penipuan.

Awal bulan ini, polisi menembaki mahasiswa dari Universitas PNG di ibukota Port Moresby, saat mereka akan melakukan reli ke kantor parlemen untuk memberikan dukungan terkait mosi tidak percaya terhadap O’Neill.

Meskipun tidak menyebutkannya secara khusus, Peter O’Neill mengatakan mahasiswa tidak harus menjadi bola politik dan orang luar tidak boleh mencampuri urusan mahasiswa.

Dia mengatakan kabinetnya akan membahas pilihan apa yang dapat diambil untuk meredakan ketegangan, dan bisa dengan memberlakukan jam malam. Kendati demikian, pihak Unitech sendiri telah menerapkan jam malam selama ini. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Redakan Ketegangan Universitas, Perdana Menteri PNG Ancam Terapkan Jam Malam