Pemkab Jayapura Musnahkan Daging Tak Layak Konsumsi

share on:
Daging-daging tak layak konsumsi yang dimusnahkan di Sentani, Jayapura – Jubi/Engel Wally
Daging-daging tak layak konsumsi yang dimusnahkan di Sentani, Jayapura – Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayapura dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan Jayapura memusnahkan ratusan kilo daging tak layak konsumsi yang disita usai inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko dan swalayan.

Kepala Dinas Pertaninan Kabupaten Jayapura Adolof Yoku mengatakan sidak dilakukan menjelang hari raya Lebaran umat Muslim.

“Untuk mengantisipasi masyarakat jangan salah konsumsi makanan, secara khusus daging-daging yang biasanya diawetkan melalui box pendingin, maka langkah tegas yang kita ambil bersama BP POM adalah melakukan sidak,” katanya kepada wartawan di Gunung Merah Kantor Bupati Jayapura, Senin (27/6/2016).

Ia mengatakan ada warga yang ceroboh sehingga tidak memperhatikan daging yang berkhawalitas. Hal itu justru membahayakan. Oleh karena itu, pihaknya melakukan sidak.

“Kalau sudah mendekati hari raya semua masyarakat tidak memedulikan hal ini, entah itu dagingnya masih baik atau tidak. Nanti tiba-tiba ada ada di rumah sakit baru sadar bahwa yang tadi dikonsumsi adalah daging yang sudah tidak layak dikonsumsi,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya menghimbau juga kepada masyarakat umum agar selektif dalam membeli daging untuk dikonsumsi.

Kepala Bidang Kesehatan Kabupaten Jayapura Adorsina Wompere mengatakan sebelum gelar sidak pihaknya mengambil sampel daging untuk diperiksa di laboratorium apakah mengandung formalin atau tidak.

“Hasil pengambilan sampel awal memang tidak ada yang terindikasi mengandung  formalin. Hal ini dilakukan pada semua bahan yang dibuat dari daging, termasuk daging segar seperti ayam, sapi,” katanya.

Ia melanjutkan setelah langkah awal diyakini aman, sidak dilakukan.

“Dari pengamatan kita terhadap warna, kadar dan bau pada daging yang dijual ternyata sudah tidak layak dikonsumsi,” katanya.

Harga Daging Jelang Lebaran Stabil

Salah satu pedagang di Sentani, Suryadi mengatakan harga sayur-mayur, cabai, tomat, bawang dan daging ayam di pasar masih stabil.

Awalnya memasuki bulan puasa harga ayam potong merangkak naik. Namun kini sudah stabil dengan harga per kilo Rp 30 ribu.

“Yang terpenting bagi kita jangan ada yang menaikkan harga seenaknya tanpa koordinasi dengan Pemerintah,” katanya.

Menurutnya oknum pedagang biasanya sengaja menyimpan stok ayam untuk perayaan lebaran sehingga “bermain” dengan harga.

“Ketika dicari baru ramai-ramai mulai menaikan harga ayamnya. Ini sudah sering dilakukan di sini,” katanya.

Penjual sayur Yuliana Madai mengaku tidak menaikkan harga sayur sebelum diumumkan pemerintah setempat.

“Sayur segar yang kita jual ini sudah paten harganya. Masyarakat yang membelinya sudah tahu. Ada dua jenis yang kami jual, ikatan (sayur) kecil dan besar; yang besar seharga Rp 10.000 per ikat dan Rp 5.000 per ikat kecik,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemkab Jayapura Musnahkan Daging Tak Layak Konsumsi