Tiga Tahanan Kejaksaan Sorong Melarikan Diri

share on:
Ilustrasi Kota Sorong - IST
Ilustrasi Kota Sorong – IST

Sorong, Jubi- Tiga tahanan Kejaksaan Negeri Sorong, Provinsi Papua Barat, dikabarkan melarikan diri saat akan disidangkan di Pengadilan Negeri setempat, Senin.

Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Damrah Muin yang dikonfirmasi Senin (27/6/2016), mengakui bahwa tiga orang tahanan berhasil melarikan dari dari dalam ruang tahanan Pengadilan Negeri saat akan disidangkan.

Dia mengatakan, berdasarkan laporan dari Jaksa bahwa dua orang tahanan perkara pembunuhan dan satu orang perkara pencurian tersebut melarikan diri setelah berhasil menjebol plafon toilet ruang tahanan Pengadilan Negeri Sorong.

Ketiga terdakwa yang akan menjalani persidangan itu, kata dia, masuk ke toilet ruang tahanan secara diam-diam merusak plafon dan langsung melarikan diri.

“Saya sudah perintahkan Kepala Seksi Pidana Umum, Kepala Seksi Intelijen serta Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan pencarian dan pengejaran terhadap ketiga terdakwa itu,” ujar Kajari.

Ia menyampaikan, Kejaksaan juga sudah meminta bantuan Polres Sorong Kota dan Polsek jajarannya agar membantu melakukan pencarian dan pengejaran terhadap ketiga terdakwa itu.

“Kami juga akan menyebarkan daftar pencarian orang (DPO) ketiga terdakwa kepada masyarakat Kota Sorong agar masyarakat dapat membantu kejaksaan memberikan informasi bila mengetahui atau melihat keberadaan terdakwa,” tambah dia.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Sorong, Provinsi Papua Barat, menahan seorang pegawai negeri sipil yang diduga terlibat proyek fiktif di Pulau Rumtum dan Reni Kabupaten Raja Ampat pada 2014.

Pegawai eselon III di Badan Perbatasan Daerah Raja Ampat berinisial YLW tersebut, ditahan usai menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Sorong.

Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Damran Muin di Sorong, kepada Antara di Sorongmengatakan pelaku ditahan agar tidak menghilangkan barang bukti serta melarikan diri.

Selain itu, tersangka YLW ditahan untuk diproses hukum dan mempertanggungjawabkan proyek pembangunan jembatan di Pulau Rumtum dan Reni Kabupaten Raja Ampat yang merugikan keuangan negara senilai Rp4,4 miliar.

Proyek pembangunan jembatan itu, kata dia, menggunakan dua sumber anggaran, yakni APBN senilai Rp4 miliar dan APBD senilai Rp400 juta.

“Anggaran proyek pembangunan jembatan tersebut sudah dicairkan 100 persen namun sampai sekarang jembatan tidak dibangun atau proyek fiktif,” ujar dia.

Tidak hanya YLW, kata Damran, sebelumnya pihaknya juga menahan seorang kontraktor beriniasial SI atas proyek fiktif tersebut.

Sebanyak dua PNS Kabupaten Raja Ampat juga diduga terlibat pula dalam kasus itu, namun keduanya belum menghadiri panggilan kejaksaan untuk diperiksa.

“Kami akan memanggil kedua PNS tersebut satu kali lagi dan apabila tidak menghadiri panggilan maka akan di jemput paksa,” kata dia. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tiga Tahanan Kejaksaan Sorong Melarikan Diri