Januari-Juni, Tiga Orang Pasien Demam Berdarah Meninggal

share on:
Nyamuk pembawa demam berdarah - ilustrasi
Nyamuk pembawa demam berdarah – ilustrasi

Merauke, Jubi – Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, terhitung dari Januari-Juni 2016,  tiga orang anak meninggal akibat terserang demam berdarah. Karena terlambat dibawa orangtuanya ke rumah sakit mendapatkan pertolongan dari tenaga medis.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Stevanus Osok Rabu (29/6/2016).  Dikatakan, jumlah yang meninggal ini, masih kurang dibandingkan tahun 2013 silam yakni mencapai 8 orang.

Namun demikian, lanjut Osok, total pasien demam berdarah yang dirawat di puskesmas maupun rumah sakit tahun ini adalah kurang lebih 370 orang. Jumlahnya sangat banyak, tetapi dapat ditolong dan sudah sembuh kembali.

Dikatakan, munculnya penyakit demam berdarah, karena kurang adanya perhatian baik dari masyarakat menjaga lingkungan. Masih banyak sampah beserakan di sejumlah tempat. Bahkan, genangan air di bak kamar mandi  yang dibiarkan begitu saja hingga mengundang munculnya jentik nyamuk.

“Sudah berulang kali kita memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga lingkungan dengan baik dan bersih. Akan tetapi, sepertinya kurang dihiraukan. Nah, kalau muncul demam berdarah seperti begini, baru semua buka mata dan mempersalahkan pemerintah,”  tegasnya.

Direktur RSUD Merauke, dr. Nevile Mustika mengakui tahun ini, jumlah penderita yang dirawat akibat terserang demam berdarah, lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, hampir semua ditolong dan mendapat perawatan kesehatan dengan baik.

Mustika menambahkan, secara umum yang terserang demam berdarah adalah anak-anak. Karena kurang mendapatkan perhatian baik dari orangtua, saat hujan dan muncul genangan air dimana-mana yang justru disitu memunculkan banyak nyamuk. (*)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Januari-Juni, Tiga Orang Pasien Demam Berdarah Meninggal