Pemprov Papua Akan Surati Kemenhub

share on:
Pertemuan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty  - Jubi/Alex
Pertemuan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (pemprov) akan menyurati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait putusnya kabel fiber optik milik PT. Telkom yang mengakibatkan sebagian besar pekerjaan perkantoran menjadi terhambat.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Kamis (30/6/2016) mengatakan surat yang akan dilayangkan terkait permohonan izin perbaikan kabel fiber optik, mengingat Telkom milik swasta sehingga operasionalnya perlu ada izin.

“Kami akan mengirim surat paling lambat besok, supaya Menhub bisa memberi respon,” kata Elia Loupatty usai bertemu manajemen PT. Telkom Papua, Kamis (30/6/2016) di ruang kerjanya.

Pemprov Papua sudah mendapat laporan resmi dari pihak manajemen Telkom yang memprediksikan waktu penyelesaian jaringan maksimal rampung dalam 45 hari ke depan.

“Memang lama karena pekerjaan ini di dalam laut dengan kedalaman 3.000 meter. Ini memang kendala berat yang dihadapi Telkom, namun tentu harus berupaya sehingga layanan kedepan semakin membaik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Elia mengusulkan kedepan manajemen Telkom dalam pengerjaan jaringan fiber optik, melibatkan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura. “Sebab yang lebih mengetahui keadaan suatu wilayah adalah mereka (BMKG),” kata Elia.

Sebelumnya, General Manager ICT PT Telkomsel Region Papua Maluku, Permata J Simarmata, meminta maaf atas ketidaknyamanan layanan kepada pelanggan sejak Sabtu (25/6/2016), dan berjanji untuk mengembalikan pelayanan seperti sediakala.

“Sambil menunggu tindakan dari PT Telkom, kami alihkan melalui satelit dan menambah kapasitas bandwith ke pusat dan terus berusaha menambah kemampuannya,” katanya.

Mengenai estimasi waktu penyelesaian permasalahan tersebut, Simarmata mengaku paling cepat akan memakan waktu kurang lebih 38 hari hingga kembali normal. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemprov Papua Akan Surati Kemenhub