Dinkes Harus Menyurati Bupati dan Wali Kota Soal Vaksin Palsu

share on:
Vaksin – Jubi/IST.
Vaksin – Jubi/IST.

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua diminta segera menyurati bupati dan wali kota di Papua terkait dugaan beredarnya vaksin palsu bagi anak di bawah umur (balita).

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Kamis (30/6/2016) mengatakan langkah awal yang dilakukan pihaknya yaitu menyurati bupati dan wali kota se-Papua untuk mengambil sampel dari beberapa puskesmas di wilayahnya.

Pengambilan sampel dari beberapa puskesmas untuk memastikan apakah ada vaksin palsu atau tidak di Papua.

“Pengambilan sampel dari beberapa puskesmas ini untuk memperoleh kesimpulan apakah ada pengaruh atau akibatnya bagi anak-anak di Papua,” katanya.

Di Jawa Barat (Jabar), seperti dilansir tempo.co, Sabtu (27/6/2016), Kepala Dinkes, Jawa Barat, Alma Lucyati mengatakan kasus vaksin palsu terungkap karena ditemukan penyakit yang seharusnya tidak muncul seusai vaksinasi di salah satu rumah sakit di Bogor. “Kok, daerah itu ada penyakit tersebut, apakah anak-anak di sana tidak diimunisasi?” katanya.

Menurutnya pelacakan berjenjang dilakukan dari kasus penyakit yang ditemui di Bogor tersebut dan diketahui pemasok vaksin tidak tercatat di Kementerian Kesehatan sebagai daftar distributor resmi vaksin. Polisi lalu mengambil alih pelacakan hingga menangkap sepasang suami-istri yang diduga produsen vaksin palsu itu.

Menurut Alma, Dinkes Jabar sejak lama merancang sistem pencatatan penggunaan vaksin. Nomor batch vaksin hasil pengadaan Kementerian Kesehatan yang dikirim ke Jawa Barat tercatat. “Nama sopirnya, kapan, perusahaan yang mengirimnya, dan nomor mobil yang mengantarnya ada,” katanya.

Di gudang penyimpanan Dinkes dilakukan pencatatan lebih rinci lagi. Vaksin yang dikirim ke kabupaten/kota juga dicatat rinci lagi.

“Mau keluar gudang saya, ada checklist lagi, dikirim ke kabupaten mana, tanggal berapa, oleh siapa dikirimnya, diterima siapa di sana, nomor batch-nya berapa saja. Saya bisa ngecek nomor batch ini ada di daerah mana,” katanya. (*)

Tags:
Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dinkes Harus Menyurati Bupati dan Wali Kota Soal Vaksin Palsu