Oknum DPRD Jayawijaya Aniaya Seorang Perempuan

share on:
Ilustrasi penganiayaan - Jubi/IST
Ilustrasi penganiayaan – Jubi/IST

Wamena, Jubi – Seorang perempuan yang bekerja sebagai staf ahli DPRD Jayawijaya, Paulina Pabika mengaku dianiaya oknum DPRD Jayawijaya berinisial ED.

Paulina mengaku dianiaya anggota Komisi B DPRD Jayawijaya itu tidak hanya sekali. Pada 4 Juni lalu ia dianiaya di pasar Potikelek dengan dalih mempertanyakan statusnya sebagai seorang perempuan. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Jayawijaya dan masih dalam penyelidikan.

“Saya sudah memberikan bukti visum, tapi sampai sekarang belum ditindaklanjuti,” katanya kepada wartawan di Wamena, Jumat (1/7/2016).

Kasus kedua, Kamis (23/6/2016). Ketika itu Paulina memergoki ED sedang bersama seorang perempuan lain di jalan Homhom, Wamena. Ketika Paulina menanyakan status ED dengan perempuan itu, ED malah menganiaya Paulina.

“Di lokasi 3 itu saat saya mengatakan bahwa sekarang baru kedapatan kalian bedua, saya langsung dikeroyok dengan cara dijambak, ditarik dan dianiaya yang mengakibatkan lebam di bagian kepala dan juga bibir saya,” katanya.

Setelah dilerai warga ED lalu meninggalkan Paulina dan pergi ke kantor DPRD Jayawijaya. Namun ED kembali menganiaya Paulina di kantor dewan terhormat itu.

“Setelah dianiaya di DPRD itu, saya langsung melapor ke Polres Jayawijaya tetapi pihak polres mengatakan saya tidak perlu visium lagi, karena sudah ada laporan sebelumnya dan setelah itu saya juga melaporkan ED ke badan kehormatan dewan dan unsur pimpinan dan sampai sekarang belum ada tanggapan dari Kepolisian dan juga badan kehormatan DPRD sehingga saya mengadu kepada teman-teman wartawan,” katanya.

Ia juga mengaku setelah pemukulan pertama yang dilakukan ED tidak ada niat baik sedikitpun dari ED untuk diselesaikan secara baik-baik atau kekeluargaan.

“Sampai sekarang belum ada niat baik untuk menyelesaikan kasus ini, dan keluarga saya pun tidak akan mengambil langkah kekeluargaan,” katanya.

Kapolres Jayawiajaya, AKBP Yan Reba ketika dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan penganiyaan tersebut.

Menurutnya kepolisian akan menindaklanjuti kasus itu jika sudah ada barang bukti dan saksi-saksi yang menguatkan korban.

“Kasus penganiyaan ini tetap kita proses, yang penting memenuhi unsur dan ada bukti-bukti kuat tetap kita lakukan pemeriksaan terkait dengan kasus penganiyaan yang dilakukan itu,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Oknum DPRD Jayawijaya Aniaya Seorang Perempuan