Uni Papua ke Perancis, Pemkab Tak Perhatikan

share on:
Komunitas Sepakbola Uni Papua - Dok Uni Papua
Komunitas Sepakbola Uni Papua – Dok Uni Papua

Jayapura- Direktur Uni Papua, Yanti Monim berharap sumbangsih Pemerintah Daerah terhadap program pendidikan karakter yang dilakukan Uni Papua melalui Sepakbola Sosial.

“Komunitas Uni Papua di daerah lain, mendapat dukungan yang luar biasa dari Pemerintah daerahnya, sementara di tempat kelahirannya sendiri, diacuhkan oleh Pemerintah Daerah,” ungkap Yanti Monim, dalam jumpa pers dengan wartawan, pekan lalu di Jayapura.

Dia mencontohkan kegiatan Festival 16 di Lyon Perancis. Kegiatan itu, seharusnya diikuti oleh dua anak perempuan dari Uni Papua Cabang Sentani. Tapi sayang, mereka gagal berangkat, karena Pemerintah setempat tidak merespon proposal yang diajukan Uni Papua Sentani.

“Kadisporanya mengatakan, tidak ada anggaran untuk itu, sehingga mereka tidak bisa bantu,” jelas Yanti Monim.

Karena itu, Yanti minta, bukan saja kepada Pemerintah Kabupaten, tapi juga kepada Pemerintah Provinsi Papua, agar dapat memberikan dukungan nyata kepada anak-anak yang dibina dalam Uni Papua. Menurutnya, Uni Papua akan mengikuti banyak sekali even-even bertaraf nasional maupun internasional. Karenanya dukungan Pemerintah dan pihak swasta di bumi Cenderawasih ini, sangat diharapkan.

“Setelah Festival 16 di Lyon Perancis, akan menyusul kegiatan lainnya di bulan Agustus di Finlandia. Anak-anak sedang diurus Paspornya. Saya berharap, kali ini ada dukungan kongkrit dari Pemerintah Daerah dan pihak swasta yang beroperasi di Papua,” harapnya.

Sebelumnya, Humas Uni Papua, Kolonel (Kav) Edward Sitorus menjelaskan tentang tujuan dan perkembangan Uni Papua. Katanya, Perkumpulan Sepakbola Uni Papua atau Uni Papua Football Community adalah Organisasi Sepakbola Sosial di Indonesia yang memiliki komunitas / Cabang di seluruh Indonesia.

Sampai saat ini Uni Papua memiliki 34 Komunitas di seluruh Indonesia (Jayapura, Sentani, Keerom, Biak, Sorong, Maybrat, Nabire, Mulia Puncak Jaya, Memberamo Tengah, Wamena, Soe, Lembata, Bali, Salatiga, Landak, Poso, Aceh, Dumai). Selain itu juga sudah memiliki tiga cabang di luar negeri yaitu Uni Papua Indonesia FC Finland dan Uni Papua USA di Philadelphia serta Uni Papua Dili Timor Leste.

“Uni Papua mempunyai tujuan sebagai komunitas untuk pendidikan karakter dan Pembangunan Sosial bagi anak-anak melalui sepakbola. Selain melakukan kampanye sepak bola di level grass-root, Uni Papua juga ikut mengembangkan sepak bola sebagai salah satu sarana pembinaan national character building,” jelasnya.

Media Relation Uni Papua, Alberth Yomo, menambahkan, Perkumpulan Sepak Bola Uni Papua atau Uni Papua Football Community, Indonesia beberapa waktu lalu, mengirimkan wakilnya dalam Festival16 yang diselenggarakan Street Football World (SFW) di Lyon Prancis. Kegiatan ini tengah berlangsung, yang diselenggarakan 28 Juni sampai 7 Juli 2016 dengan mengambil lokasi di Sports Dans La Ville, Lyon, sebagai tuan rumah. Festival 16 ini, kata Yomo, diikuti 80 tim dari 500 anak muda jaringan Steet Football World (SFW). Melibatkan lebih dari 100 organisasi yang mewakili lebih dari 50 negara. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari kampanye Football For Humanity dan Football For Solidarity. Festival 16 ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian tentang bagaimana menggunakan sepak bola sebagai media untuk berbuat kebaikan.

“Ya, Sepak bola bukan sebatas menang kalah. Lalu mencari juara dan mengangkat trofi dengan penuh kebanggaan. Lebih dari itu, sepak bola punya sisi kemanusiaan yang harus terus dikembangkan,” jelasnya.

Menurutnya, kerjasama, bersatu, saling bantu untuk mencapai tujuan adalah filosofi dari sebuah pertandingan sepak bola, tapi sayangnya banyak dilupakan oleh para pelaku sepak bola itu sendiri. Sepak bola harus dikembalikan kepada hakikatnya.

Di Festival 16, tambah Yomo, semua wakil dari seluruh dunia berkumpul dan menyatakan komitmen untuk membantu menciptakan dunia yang lebih baik melalui sepak bola. Festival 16 memberikan peluang kepada seluruh peserta berinteraksi dengan wakil dari seluruh dunia yang multiculture serta mengerti bagaimana menggunakan sepak bola untuk kemanusiaan.

Festival 16 ini menggelar tiga kegiatan utama: The Youth Forum, Exchange Program, dan Football Turnament. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Uni Papua ke Perancis, Pemkab Tak Perhatikan