Pelopor Perempuan Tonga Akan Hadapi Tekanan

share on:
Bendera Bangsa Tonga (IST)
Bendera Bangsa Tonga (IST), Pe

Jayapura, Jubi – Dua perempuan Tonga yang berhasil terpilih dalam pemilihan pemerintah daerah diperkirakan bakal menghadapi tekanan besar. Terpilihnya mereka untuk memimpin distrik (kecamatan) menjadi sebuah catatan sejarah baru di negara pulau itu yang puluhan tahun telah didominasi kaum adam.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Forum Masyarakat Sipil di Tonga, Siale ‘Ilolahia, seperti dilansir Radio New Zealand, Senin (11/7/2016). Ia mengatakan dalam penyelenggaraan pemilihan badan lokal itu, Sisifa Fili dan Vika Kaufusi menjadi satu-satunya perempuan pertama yang berhasil menjabat di badan pemerintahan, meski di tingkat distrik atau setingkat kecamatan itu.

Dalam pemilihan yang diselenggarakan baru-baru ini, Sisifa Fili menjabat sebagai District Officer yang bertugas mengawasi urusan enam kampung. Sementara Vika Kaufusi menjadi seorang petugas di tingkat kota.

Para pendukung perempuan di Tonga mengungkapkan harapan yang tinggi. Mereka berharap melalui keberhasilan Fili dan Kaufusi akan mendorong lebih banyak perempuan untuk maju dalam pemilu nasional pada 2018.

Saat ini, tidak ada perempuan yang menjadi anggota parlemen. Kalaupun pernah, hanya ada lima orang, pada waktu lalu.

Sambil mengucapkan selamat kepada Fili dan Kaufusi, Siale ‘Ilolahia mengatakan mereka akan menghadapi tekanan besar sebagai pelopor bagi kaum perempuan.

“Jenis tekanan tidak tertulis secara jelas di atas kertas tapi kau tahu bahwa itu mengambang. (Tekanan) itu ada,” kata Siale ‘Ilolahia kepada kedua pelopor perempuan Tonga itu seperti dikutip dari RNZ.

“Karena ini adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi, itu adalah bagian dari sejarah kami, semua orang akan melihat bagaimana mereka melakukan sesuatu. Beberapa dari kita akan melihat mereka dengan harapan bahwa mereka akan berhasil dan sebagian dari kita melihat mereka akan jatuh,” lagi ucapnya.

Siale ‘Ilolahia mengatakan kelompoknya akan menawarkan dukungan sebanyak mungkin dan dia berharap Kementerian Dalam Negeri Tonga pada Divisi Perempuan akan melanjutkan workshop yang bertujuan untuk melengkapi perempuan untuk dalam sektor politik. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pelopor Perempuan Tonga Akan Hadapi Tekanan