Penulis Muda Samoa Menerbitkan Buku Manusia dan Lingkungan

share on:
Lupe Va'ai meluncurkan bukunya yang berjudul "The Voice of an Island" di London. - Disediakan/Lupe Va'ai
Lupe Va’ai meluncurkan bukunya yang berjudul “The Voice of an Island” di London. – Disediakan/Lupe Va’ai

Jayapura, Jubi – Seorang gadis Samoa berusia 12 tahun menjadi penulis termuda di dunia tentang hubungan manusia dan lingkungan. Ia menerbitkan bukunya yang berjudul “The Voice of an Island” di panggung dunia.

Gadis berbakat tersebut bernama Lupe Va’ai. Ia melakukan perjalanannya ke London untuk meluncurkan bukunya itu yang berfokus tentang dampak yang bisa dihadapi manusia dari lingkungan.

Gadis tersebut menempuh perjalanan panjang dengan tiga menyambung perjalanan pesawat selama dua setengah hari. Kendati demikian, Va’ai tak mengeluh.

“Tahun lalu saya diundang ke New York untuk menerima medali emas tetapi saya tidak mampu pergi,” katanya menambahkan bahwa melihat kisahnya menjadi sebuah buku yang diterbitkan itu sangat menarik.

Penulis muda itu mengatakan dirinya ingin meningkatkan kesadaran dan mendidik orang lain tentang bagaimana berhubungan dengan lingkungan di dunia ini.

“Saya terinspirasi untuk menulis cerita ini karena, sebagai anak muda dari Samoa dan Kepulauan Pasifik, kita tumbuh di salah satu tempat yang paling indah di bumi ini, dengan lingkungan alam yang unik, tetapi juga yang paling rentan dan terancam oleh perubahan iklim.”

"Pulau nya dulu menjadi surga bagi neneknya dan kini pulau itu menuju ke arah yang mengerikan dan sangat memprihatinkan." Lupe Va'ai menjelaskan kisahnya. - Disediakan/Lupe Va'ai
“Pulau nya dulu menjadi surga bagi neneknya dan kini pulau itu menuju ke arah yang mengerikan dan sangat memprihatinkan.” Lupe Va’ai menjelaskan kisahnya. – Disediakan/Lupe Va’ai

Buku ini mengangkata cerita tentang kisah seorang gadis muda Samoa bernama Katalina yang sangat peduli tentang keadaan lingkungan di mana ia tinggal.

“Pulau nya dulu merupakan surga bagi neneknya dan kini keadaannya menuju arah yang mengerikan dan sangat memprihatinkan. Jadi dia (Katalina) mencoba untuk melakukan semua yang dia bisa untuk bantu selamatkan surga nenek nya itu,” papar Va’ai merangkum isi bukunya itu.

Nona Va’ai mengaku mendapat dukungan dari teman-teman sekolahnya dan para guru atas perjalanan yang dilakukannya ke dunia belahan bagian barat itu dan juga aktivitasnya menulis. Ia telah menggenggam masa depannya.

“Saya ingin menjadi seorang ahli hukum lingkungan, atau melanjutkan menulis cerita-cerita tentang lingkungan, atau hanya sekadar memberikan kesadaran kepada orang-orang bahwa hal-hal kecil yang kau lakukan memiliki dampak besar pada lingkungan kita,” akunya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penulis Muda Samoa Menerbitkan Buku Manusia dan Lingkungan