Taiwan Tidak Terima Putusan Arbitrase Internasional

share on:
Caption Ilustrasi Laut Cina Selatan - wikipedia.org
Caption Ilustrasi Laut Cina Selatan – wikipedia.org

Taipei, Jubi – Pemerintah Taiwan tidak menerima keputusan Arbitrase Internasional atas sengketa wilayah di Laut China Selatan karena dianggap merendahkan pemerintahan berdaulat tersebut.

“Keputusan yang diberikan oleh pengadilan tetap Arbitrase atas konflik Laut China Selatan benar-benar tidak dapat kami terima karena merendahkan status kami sebagai negara berdaulat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan, dalam keterangan tertulisnya di Taipei, Kamis (14/7/2016).

Selain alasan tersebut, MOFA menjelaskan bahwa Pulau Taiping pada awalnya tidak termasuk dalam sengketa yang diajukan Filipina kepada pengadilan Arbitrase.

Namun, oleh pihak pengadilan, pulau yang dikuasai Taiwan itu disangkutpautkan melalui kewenangan penuh pengadilan.

Dalam putusan itu disebutkan bahwa Pulau Taiping dan fitur lain di Kepulauan Nansha (Spratly) yang disengketakan Vietnam, Filipina, dan Malaysia, dinyatakan sebagai batu karang yang “tidak menghasilkan zona ekonomi eksklusif.

“Keputusan itu sangat membahayakan status hukum kepulauan di Laut China Selatan, terutama kedaulatan kami dan hak-hak maritim mereka yang terkait,” demikian pernyataan tertulis MOFA.

Dalam rilis MOFA tersebut, Taiwan mengklaim memiliki hak atas Laut China Selatan dan perairan di luar wilayah yang disengketakan dengan mengacu Hukum Internasional dan Hukum Laut.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Taiwan Tidak Terima Putusan Arbitrase Internasional