Emas Sepakbola PON Pertaruhan Harga Diri Papua

share on:
Max Olua Ketika Melatih Tim Sepak Bola Pra PON Papua untuk PON XVIII Riau - Jubi/Arjuna
Max Olua Ketika Melatih Tim Sepak Bola Pra PON Papua untuk PON XVIII Riau – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Tanpa mengesampingkan Cabang Olahraga (Cabor) lain pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar), November mendatang, namun Cabor sepakbola dinilai wajib mendulang medali emas. Emas sepakbola PON merupakan pertaruhan harga diri Papua.

Mantan pelatih Persipura U-21, Max Olua mengatakan, harapan masyarakat Papua pada Cabor sepakbola sangat besar. Cabor lain boleh gagal tapi tidak dengan sepakbola. Apalagi Papua akan menjadi tuan rumah PON 2020. Hasil PON di Jabar adalah garansi atau semakin menguatkan Papua kalau Papua layak jadi tuan rumah PON XX dengan prestasi yang diraih, khususnya sepakbola.

“Sepakbola perlu perhatian serius. Cabor lain boleh gagal tapi sepakbola identik dengan Papua. Semua pihak yang terlibat dalam tim PON perlu memberikan perhatian serius kepada cabor sepakbola,” kata Max kepada Jubi, Kamis (14/7/2016).

Menurut Max yang meloloskan tim sepakbola Pra PON Papua ke PON XVIII Riau, 2012 lalu itu, bicara prestasi bukan hanya juara grup di putaran pertama atau babak penyisihan Pra PON, tapi endingnya adalah juara di akhir pertandingan sepakbola PON mendatang.

“Medali emas itu yang diharapkan. Mengenai materi pemain, saya pikir pelatih PON kini, Christ Yarangga lebih tahu kebutuhan tim. Namun pergantian pelatih disaat menjelang PON sangat disayangkan. Dimasa ini, tim sudah pada tahap finishing,” ujarnya.

Katanya, dalam melatih, seorang pelatih tentu memiliki agenda. Baik dari sisi fisik, teknis, taktik dan mental. Kini tim sepakbola PON Papua sudah memasuki tahapan persiapan mental. Mental yang persentasenya perlu lebih besar kini.

“Teman-teman pengurus Asprov PSSI Papua melakukan pergantian pelatih ditengah jalan dengan alasan dan pertimbangan tersendiri yang sudah dipikirkan secara matang. Tapi intinya tim ini harus juara,” katanya.

Ketua tim verifikasi data atlet KONI Papua, Benny Jansenem mengatakan, keinginan pelatih sepakbola PON Papua, Christ Leo Yarangga menambah kuota pemain sulit terpenuhi. Alasannya, 20 pemain sudah terdaftar dan tak bisa lagi diubah.

“Tim sepakbola PON Papua yang akan berlaga di Jawa Barat harus memaksimalkan pemain yang ada. Tim pelatih harus bekerja ekstra mempersiapkan tim sebaik mungkin,” kata Jansenem. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Emas Sepakbola PON Pertaruhan Harga Diri Papua