Aktivis Brazil Apresiasi Keputusan Pengadilan Batalkan Akuisisi Lahan Besar

share on:
Demonstrasi di Brazil menuntur reforma agraria 2015 - viacampesina.org
Demonstrasi di Brazil menuntur reforma agraria 2015 – viacampesina.org

Jayapura, Jubi Pengadilan Brazil di negara bagian Piaui, wilayah miskin di Timur Laut, memutuskan pembatalan pernjanjian lahan seluas 124 ribu hektare di kawasan Santa Filomena, awal bulan ini.

Para aktivis dan pengkampanye hak azasi manusia, Rabu (20/7/2016), mengapresiasi keputusan tersebut karena para penanam modal diduga telah melakukan pengambilalihan tanah petani kecil secara ilegal.

Konsesi tanah seluas 124 ribu hektar di kawasan selatan Piaui telah dibeli oleh pebisnis Brazil secara ilegal, demikian menurut dokumen pengadilan.

“Ini adalah kasus penting,” kata Fabio Pitta, dari kelompok advokasi Jaringan Sosial untuk Keadilan dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang berbasis di Sao Paolo.

“Masyarakat yang menempati lahan ini diusir, bahkan seringkali secara paksa,” terang Pitta.

Pitta mengatakan sampai saat ini masih belum jelas berapa jumlah petani kecil, sebagian besar penanam padi, kacang-kacangan atau “yuca”, yang akan terdampak dari keputusan tersebut.

Pebisnis setempat, yang terlibat dalam perampasan itu kerap mencari penanam modal asing untuk dijadikan mitra membangun lahan yang didaftarkan secara ilega itu, ungkapnya.

Dana pensiun dan aliran uang investasi dari Eropa Barat, Kanada, dan Amerika Serikat dituduh para aktivis ikut mengambil keuntungan dari perampasan lahan di Piaui.

Piaui, yang dinilai Departemen Pertanian AS sebagai “garda depan pertanian”, merupakan salah satu kawasan MATOPIBA yang menjadi tujuan investasi skala besar beberapa tahun terakhir ini.

Para pemimpin perusahaan dan sejumlah politisi meyakini, peningkatan investasi sektor pertanian akan mengurangi tingkat kemiskinan wilayah tersebut, serta membantu pertumbuhan ekonomi Brazil yang belum lama terkena resesi.

Namun para aktivis khawatir sejumlah tanah savana, yang dijadikan lahan industri kacang kedelai dan gula, telah dirampas secara ilegal dari petani kecil.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Aktivis Brazil Apresiasi Keputusan Pengadilan Batalkan Akuisisi Lahan Besar