Insiden Baliem Cottage, Keluarga Korban Masih Tuntut Keadilan

share on:
Pemalangan salah satu jembatan di Distrik Musatfak oleh keluarga korban, Arnold Alua – Jubi/Ist
Pemalangan salah satu jembatan di Distrik Musatfak oleh keluarga korban, Arnold Alua – Jubi/Ist

Wamena, Jubi – Keluarga korban penganiayaan yang menewaskan Arnold Alua, di Baliem Cottage, Wamena, Jayapuya, Minggu (24/4/2016), sekitar pukul 22.00, waktu setempat masih menuntut kejelasan agar pelakunya diadili.

Tuntutan itu dilakukan saat memalang jalan di kampung Elabukama, Distrik Musatfak, Jumat (22/7/2016), pukul 08/00 waktu setempat.

Perwakilan keluarga korban, Daud Alua mengatakan, aksi ini merupakan sikap kekecewaan terhadap penegakan hukum dan pemerintah daerah yang dianggap lamban.

“Pemalangan ini akan terus berlanjut di berbagai tempat. Apabila belum ada keseriusan dalam menindaklanjuti dan menyelesaikan kasus ini, maka pemalangan akan terus dilakukan hingga ada perhatian serius,” katanya.

Kakak korban, Simon Alua mengatakan selama ini sudah ada itikad baik keluarga korban untuk penyelesaian persuasif. Namun keluarga menilai belum ada itikad baik dari pemerintah dan kepolisian Jayawijaya.

Ia menilai hal itu merupakan suatu pelanggaran HAM yang dilakukan.  Oleh karena itu, pihaknya tetap melakukan advokasi atas kematian Arnold Alua.

“Aksi pemalangan ini murni niat dan kesepakatan dari keluarga korban, tanpa ada back up dari siapapun, seperti isu-isu yang beredar selama ini yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” kata Simon.

Meninggalnya korban berawal dari penyisiran tim gabungan polisi dan Sat Pol PP Jayawijaya di lokasi Baliem Cottage, Minggu (24/4/2016), sekitar pukul 22.00. sehari setelahnya ia ditemukan tewas.

Kasatpol PP Jayawijaya Rustam Haji membantah Pol PP melakukan penganiayaan tersebut. Menurutnya ketika itu, Minggu malam, sekitar pukul 22.00, sekelompok orang dalam keadaan mabuk mendatangi kantor Satpol PP dan berteriak mencari gara-gara. Lantas seorang anggota Satpol PP bertanya kepada mereka. Namun seorang dari mereka menantang dan terjkadi adu argumen hingga anggota menampar oknum yang mabuk.

“Lalu ada salah satu anggota Sat Pol PP yang tertua memanggil orang-orang yang mabuk ini lalu suruh pulang. Satu orang ada lari ke arah Stadion Pendidikan, satu lagi menuju Baliem Cottage,” katanya di Wamena, Rabu (27/4/2016). (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Insiden Baliem Cottage, Keluarga Korban Masih Tuntut Keadilan