Petani Merauke Kekurangan Mesin Pengering Gabah

share on:
Lahan persawahan petani di Merauke yang telah ditanami padi -  Jubi/Frans L Kobun
Lahan persawahan petani di Merauke yang telah ditanami padi – Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Petani padi di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, masih mengandalkan sinar matahari saat mengeringkan gabah sebab petani kekurangan mesin pengering gabah.

“Umumnya petani mengandalkan alam sehingga kalau ada hujan, pengeringan kurang optimal. Alat pengeringnya belum mencukupi,” ujar Kepala Bulog Subdivisi Regional (Divre) Merauke Said El Zabali di Merauke, Sabtu (23/7/2016).

Pengeringan yang lambat akibat iklim yang berubah-ubah, kata dia, tidak mempengaruhi penyerapan beras oleh Bulog.

Hingga kini penyerapan beras dan gabah terus dilakukan, bahkan telah ditandatangani kontrak kerja sama dengan 20 ribu petani sebagai produsen padi.

“Sampai sekarang sudah 6.000 ton yang digeser. Sebanyak 4.000 ton ke Jayapura, dan 2.000 ton ke Sorong, Papua Barat” katanya.

Pihaknya merencanakan pemindahan 2.000 ton beras lokal Merauke ke Kabupaten Mimika jika penyerapan musim tanam pertama terus berlanjut.

“Kalau stok di Merauke aman, kami akan geser lagi ke Timika,” katanya.(*)

 

Editor : Angla Flassy
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Petani Merauke Kekurangan Mesin Pengering Gabah