Buleleng Sosialisasikan Perlindungan Anak Hingga Pelosok Desa

share on:
Kekerasan anak dimulai di lingkungan keluarga, ilustrasi - lbhbali.or.id
Kekerasan anak dimulai di lingkungan keluarga, ilustrasi – lbhbali.or.id

Singaraja, Jubi – Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, melalui Badan Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak (BKBPPA) setempat, menyosialisasikan program perlindungan dan antisipasi kekerasan terhadap anak hingga ke pelosok desa di daerah itu.

“Kami rutin turun ke bawah memberikan penyuluhan melibatkan tim khusus,” kata Kepala BKBPPA Buleleng, dr Ni Made Sukarmini di Kota Singaraja, Minggu (24/7/2016).

Menurut dia, sosialisasi turun langsung ke masyarakat merupakan salah satu usaha signifikan menekan angka kekerasan terhadap anak di kabupaten terluas di Pulau Dewata tersebut.

“Kami turun langsung ke lapangan agar mengetahui secara riil keadaan di bawah itu seperti apa. Kekerasan anak pada umumnya terjadi dalam lingkungan terdekat dalam keluarga, maupun lingkungan sosial. Jadi dibutuhkan teknik dan cara tertentu untuk melakukan penanganannya,” kata dia.

Dia juga mengemukakan, melalui Peraturan Daerah (Perda) perlindungan anak yang baru disahkan, dirinya meyakini penanganan kekerasan anak dapat ditangani lebih intensif dan terprogram.

“Melalui Perda tersebut juga diharapkan perlindungan anak di Buleleng dapat dilakukan lebih masif lagi. Bukan hanya melibatkan kami saja tetapi juga satuan kerja perangkat daerah lainnya,” tambahnya.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, untuk perlindungan kesehatan anak dan puskesmas ramah anak. Kami juga bekerja sama dengan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil terkait memberikan akses akte kelahiran. Itu adalah kewajiban,” ujarnya sembari mengungkapkan kerja sama juga dijalin dengan Dinas Pendidikan terkait program wajib belajar 12 tahun.

Mengenai kasus kekerasan anak, kata Sukarmini, pada 2015 lalu, angka kekerasan terhadap anak di Buleleng tercatat 36 kasus. “Sedangkan untuk 2016 angka kekerasan anak di Buleleng baru tercatat 10 kasus saja,” katanya.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Buleleng Sosialisasikan Perlindungan Anak Hingga Pelosok Desa