Hari Anak Nasional, Pelajar SMA di Wamena Lukis “O Silimo”

share on:
Lukisan “O Silimo” karya Frengky Lokobal (15) saat hari anak nasional di Wamena, Jayawijaya, Sabtu (23/7/2016) – Jubi/Wesai H
Lukisan “O Silimo” karya Frengky Lokobal (15) saat hari anak nasional di Wamena, Jayawijaya, Sabtu (23/7/2016) – Jubi/Wesai H

Wamena, Jubi – Siswa kelas XI SMA di salah satu sekolah di Wamena, Jayawijaya, Frengky Lokobal (15) melukis “O Silimo” untuk memeriahkan hari anak nasional, 23 Juli 2016.

O Silimo, dalam bahasa Wamena artinya kompleks perumahan yang terdapat banyak honai (rumah adat) dan dapur serta halamannya. Halaman tersebut sebagai tempat anak-anak bermain. Dilukiskan honai laki-laki dan honai perempuan dan anak-anak yang sedang bermain.

O Silimo menggambarkan lokasi di samping kantor bupati Jayawijaya, Perempatan Jl. Thamrin dan Yosudarso, Wamena.

Dalam lukisan O Silimo bertuliskan “Lingkungan Layak Anak Dimulai dari Rumah Kita” dan “Akhiri Kekerasan pada Anak”, sebagaimana tema hari anak nasional tahun 2016.

Frengky mengatakan lukisan tersebut merupakan lukisan pertama yang dibuatnya dan menggunakan cat minyak, sebab sebelumnya dirinya hanya menggambar di kertas.

“Mudah-mudahan kedepan banyak peminat lukisan saya,” kata pelukis sampul buku karya Niko Lokobal berjudul “Cerita dari Timur ke Timur” itu ketika ditemui Jubi di Wamena, Sabtu (23/7/2016).

Pria asal Distrik Asolokobal ini mulai menunjukkan bakat melukisnya sejak usia 10 tahun. Awal 2016 ia pernah mengikuti lomba melukis di Jakarta dalam rangka hari anak.

Manajer WVI wilayah operasional Jayawijaya Frida Siregar mengatakan awalnya Frengki merupakan anak sponsor WVI ADP Kurima. Pihaknya pun menyadari bahwa bakat Frengky perlu diberi apresiasi dan ruang untuk kreasi.

“Pemda sekiranya tidak hanya mengapresiasi anak yang bisa pada kompetensi sains matematika atau gerak jalan dan lain-lain. Tapi bakat anak-anak kita seperti Frengky perlu difasilitasi dan dihargai juga,” katanya.

Pihaknya pun berharap lukisan Frengky menginspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk memenuhi kebutuhan anak agar mereka aman dan nyaman.

“O Silimo yang di lukis, harusnya cukup menjadi wadah untuk semua anak di lembah ini mendapatkan yang terbaik, terlindungi dan apa yang mereka butuhkan tersedia, baik kesempatan bertumbuh, berkembang, bermain,” kartanya.

Lebih dari itu, ia berharap semua pihak menghentikan kekerasan terhadap anak di Jayawijaya seturut tema hari anak nasional dan pesan dalam lukisan Frengky. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Hari Anak Nasional, Pelajar SMA di Wamena Lukis “O Silimo”