Guru Harus Jadi Teladan untuk Tidak Merokok

share on:
Ilustrasi aksi stop merokok
Ilustrasi aksi stop merokok

Jayapura Jubi – Sejak diterbitkannya Permendikbud no 64 tahun 2015 tentang kawaasan tanpa rokok di lingkungan sekolah, guru menjadi teladan bagi siswa dalam pelaksanaannya di sekolah.

“Saya sebagai guru seringkali mengingatkan kepada guru-guru dan siswa-siswi untuk tidak merokok. Masa guru mau merokok! Justru Guru yang menjadi teladan bagi anak-anak murid,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Jayapura, Arianto Kadir saat dijumpai Jubi di Kampkey, Rabu (27/7/2016).

Sebagai kepala sekolah, dirinya mengaku tidak menyediakan tempat bagi guru untuk merokok di lingkungan sekolah. Jika ada satu atau dua guru yang kedapatan merokok, ia selalu menegur dan mengingatkan untuk tidak merokok lagi.

Sedangkan untuk siswa yang kedapatan merokok sekolah akan memberikan poin 50 sebagai peringatan pertama, dan 100 untuk kedua kalinya yang artinya siswa tersebut wajib meninggalkan sekolah atau dikeluarkan.

“Namun sejak peraturan itu kami berlakukan di sekolah. Dan hingga sampai saat ini belum ada kedapatan siswa merokok di dalam lingkungan sekolah,” katanya.

Untuk kasus siswa kedapatan membawa rokok ke lingkungan sekolah, sekolah akan menegur dan memberikan peringatan.

“Ketika kami gledah biasanya kami temukan rokok, tapi mungkin mereka merokok di luar sekolah, sebab kalau dalam sekolah kami jaga ketat,” ujarnya.

Menurutnya, yang terpenting bagi guru, bukan soal aturannya tetapi soal penanaman moralnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Jayapura, Anton Joko Martono dalam apel pagi penerimaan siswa Senin (25/7/2016) meminta agar orang tua yang mengantarkan anaknya tidak merokok dalam lingkungan sekolah.

“Bukan hanya siswa dan guru saja yang dilarang merokok dalam lingkungan sekolah, tetapi orangtua juga dilarang. Karena sekolah merupakan tempat belajar dan tempat untuk mendidik,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Guru Harus Jadi Teladan untuk Tidak Merokok