Sumba: Uang Sirih Pinang untuk Investasi 52.000 Hektare Tebu

share on:
Ilustrasi - ptpn10.com
Ilustrasi – ptpn10.com

Kupang, Jubi – PT Muria Sumba Manis (MSN) berencana membuka perkebunan tebu di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), seluas 30 ribu hektare dengan nilai investasi mencapai Rp4 triliun.

“Perusahan ini serius, saat ini sudah mulai dengan pembukaan lahan dan pembibitan pada beberapa titik,” kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah, Provinsi NTT, Semuel Rebo di Kupang, Rabu (27/7/2016).

PT MSM telah mengantongi izin lokasi seluas 52.000 hektare untuk pengembangan tebu dari pemerintah daerah pada akhir 2015 lalu.

Lokasi tersebut tersebar pada enam kecamatan, yaitu Pandawai, Kahunga Eti, Umalulu, Rindy, Pahunga Lodu dan Wula Waijelu.

Mengenai masalah lahan, dia mengatakan, tidak ada masalah. Perusahan justru bekerja sama dengan tokoh masyarakat yang mengusai lahan di beberapa kawasan di Sumba Timur.

“Perusahan langsung bekerja sama dengan Raja Pau. Karena lahan eks swapraja Melolo, lahan penguasaan raja, maka melalui komunikasi dengan pemerintah daerah, BPN dan DPRD diserahkan kepada perusahan,” katanya.

Bentuk kerja sama pada lahan eks swapraja Melolo tersebut, kata dia, adalah bagi hasil produksi kepada Raja Pau sebesar 20 persen, dan 30 persen untuk marga-marga sebagai penggarap lahan selama ini.

Selain kerja sama, perusahan juga telah membayar uang siri pinang kepada para pemilik lahan, walaupun nilainya tidak besar.

Artinya, perusahan membayar uang siri pinang sesuai dengan kondisi lahan, tetapi juga masyarakat tetap mendapat hak dari hasil produksi, katanya.

“Selama ini memang lahan selalu menjadi masalah, tetapi untuk investasi pengembangan tebu ini, sudah tidak ada masalah. Kita harapkan paling lambat akhir tahun ini sudah mulai pengembangan,” katanya.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sumba: Uang Sirih Pinang untuk Investasi 52.000 Hektare Tebu