Dipalang, Dua Minggu KBM di SMPLB Tak Berjalan

share on:
SMPLB Merauke yang dipalang  pemilik hak ulayat. Jubi/Frans L Kobun
SMPLB Merauke yang dipalang pemilik hak ulayat. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Kurang lebih dua minggu terhitung dari 18 Juli 2016, kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPBL) dipalang pemilik hak ulayat atas nama Syamiruddin. Akibatnya, proses belajar mengajar pun tidak dapat berlangsung.

Kepala Sekolah SMPBL Merauke, Erna M. Talenggoran kepada wartawan Kamis (28/7/2016) menuturkan, pihaknya telah melaporkan persoalan tersebut, namun belum ada tindaklanjut dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke.

“Saya tak bisa berbuat banyak serta memaksakan diri agar anak-anak berkebutuhan khusus itu tetap masuk sekolah sebagaimana biasa,” ujarnya.

Sejak sekolah dipalang, demikian Erna, KBM tak berjalan lagi.

“Memang orangtua dari anak-anak terus menelepon saya dan menanyakan kapan KBM bisa berlangsung. Namun, saya tak bisa memberikan jawaban, lantaran belum ada pembicaraan lebih lanjut dengan pemilik hak ulayat,” katanya.

“Baru tadi pagi, Babinsa datang ke sekolah untuk memanggil pemilik tanah untuk duduk bersama dan membicarakan solusi penyelesaian. Dan, pemilik hak ulayat bersedia membuka palang, agar anak-anak bisa sekolah sebagaimana biasa,” tuturnya.

Urusan selanjutnya, kata dia, Babinsa berjanji akan membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke agar penyelesaian ganti rugi tanah segera dilakukan.

“Ya, karena telah ada kesepakatan, maka proses belajar mengajar sudah dapat dilaksanakan. Rencananya Senin, 1 Agustus 2016 baru berjalan,” ujarnya.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke yang membidangi masalah pendidikan, Moses Kaibu mengatakan semestinya pemalangan tidak boleh dilakukan karena sekolah merupakan fasilitas umum.

“Saya kira pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke harus menyikapi dengan cepat, agar proses belajar mengajar berjalan. Apalagi yang sekolah di situ adalah anak-anak berkebutuhan khusus,” pinta Moses. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dipalang, Dua Minggu KBM di SMPLB Tak Berjalan