AMPTPI: Korban Miras di Dogiyai Kelalaian Pemerintah

share on:
Yanuarius Lagowan Sekjen AMPTPI - Jubi/Mawel
Yanuarius Lagowan Sekjen AMPTPI – Jubi/Mawel

Jayapura, Jubi – Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Se-Indonesia (AMPPTI) Yanuarius Lagowan menilai peredaran minuman keras (miras) yang menewaskan tujuh orang di Kabupaten Dogiyai karena kelalaian pemerintah setempat.

Maka dari itu, ia meminta kepada Pemkab Nabire, sebagai pintu masuk wilayah Mee, seperti, Paniai, Deiyai, Dogiyai, agar memperketat pemeriksaan dan pengawasan di kapal dan pesawat.

“Kasus Dogiyai tidak bisa dipandang remeh. Semua pihak punya kepentingan untuk melindungi rakyat, untuk mengwal kebijakan pemerintah dengan tujuan menyelamatkan masyarakat Papua,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Jumat (29/7/2016).

Soal miras oplosan yang beredar seharusnya pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.

Enam pemuda yang dikabarkan meninggal usai konsumsi miras adalah Andi Dogomo (21), Damianus Tebai (35), Zeth Tebai (19), Gamoye Goo (23), Kris Tebai (24) dan Siprianus Goo ( 28). Dua lainnya, Melkias Goo (21) dan Peumabipai Tebai ( 21) dilaporkan kritis.

Ketua KNPI Dogiyai Natan Naftali Tebay menyesalkan kejadian tersebut. Oleh karena itu, dalam waktu dekat pihaknya menyosialisasikan bahaya miras bagi generasi muda.

Ia juga meminta kepada pemerintah setempat agar seriusi masalah miras. “Tujuh pemuda ini meninggal karena kelalaian pemerintah untuk memberantas miras,” kata Natan.

Kepala Disperindagkop dan UKM Dogiyai, Andreas Gobai, Selasa (26/7/2016) menegaskan belum ada perizinan pemasok miras di kabupaten itu. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Disperindagkop dan UKM memberantas peredaran miras ilegal di Dogiyai.

“Ternyata masih ada oknum-okum tertentu yang sedang bermain dengan menjualnya secara ilegal. Kondisi ini sangat meresahkan masyarakat. Mari kita berpikir bersama agar kita berantas miras secara bersama,” kata Andreas. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  AMPTPI: Korban Miras di Dogiyai Kelalaian Pemerintah