Denda Rp 2,7 juta Bagi Peludah Pinang

share on:
Pinang dikonsumsi oleh hamper sebagian besar masyarakat Melanesia - IST
Pinang dikonsumsi oleh hamper sebagian besar masyarakat Melanesia – IST

Jayapura, Jubi – Denda sebesar 500 Kina atau sekitar Rp 2,1 juta akan dikenakan kepada peludah pinang di jalanan dan tempat-tempat umum di Port Moresby mulai hari ini, Senin (1 Agustus 2016). Selain peludah, denda yang sama akan dikenakan juga kepada penjual pinang di tempat-tempat umum di Distrik Ibukota Nasional Papua Nugini itu.

Wakil Manajer Kota Port Moresby, Honk Kiap mengumumkan hal itu seraya menegaskan bahwa aturan denda itu berlaku di tempat. “Kami tegas melarang hal ini dan aturan ini tidak akan pernah dibatalkan,” ujarnya seperti dilansir oleh laman berita postcourier.com.

Honk mengaku dirinya telah menerima banyak permintaan informasi tentang strategi berikutnya untuk menegakkan aturan itu. Ia yakin kebijakan itu didukung masyarakat Port Moresby yang ingin kota itu bersih.

Terkait penjualan pinang, pemerintah kota itu telah menetapkan titik-titik yang diperbolehkan untuk menjual pinang. Sembari menunggu pemerintah menentukan titik-titik penjualan pinang, untuk sementara penjualan pinang akan diarahkan ke desa-desa di wilayah Motu-Koitabu.

Untuk menegakkan aturan itu, pihak pemerintah kota telah memerintahkan para petugas di setiap halte bus dan jalanan kota. Para pengawas peludah pinang akan hadir di jalanan serta melakukan pengecekan secara random terhadap kendaraan-kendaraan yang melintas. Bagi warga yang ingin mengunyah pinang, wajib menyediakan keranjang khusus untuk membuang sampah pinang dan tempat meludah.

Demikian juga para penjual pinang di titik-titik yang akan ditentukan nanti, wajib menyediakan keranjang sampah pinang khusus dan keranjang tempat meludah pinang yang juga disediakan khusus bagi konsumen. “Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mendukung dan bekerjasama demi menjaga kebersihan kota,” katanya. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : Post Courier
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Denda Rp 2,7 juta Bagi Peludah Pinang