Pembangunan Pasar Mandeg, Legislator Sebut Kementerian Lalai

share on:
Tiga bulan berlalu, belum ada tanda-tanda pembangunan pasar untuk Mama-Mama Papua. Lahan yang sudah dibersihkan kembali dijadikan lahan parkir untuk salah satu hotel di Jayapura - Jubi/Arjuna Pademme
Tiga bulan berlalu, belum ada tanda-tanda pembangunan pasar untuk Mama-Mama Papua. Lahan yang sudah dibersihkan kembali dijadikan lahan parkir untuk salah satu hotel di Jayapura – Jubi/Arjuna Pademme

Jayapura, Jubi – Belum adanya aktivitas pembangunan pasar permanen pedagang asli Papua atau Pasar Mama Papua, yang tergabung dalam Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap), disikapi legislator Papua, Natan Pahabol.

Mantan Ketua Panitia Kerja (Panja) Pembangunan Pasar Mama Mama Papua DPR Papua itu mengatakan, mandegnya pembangunan pasar lantaran kementerian yang ditunjuk Presiden Jokowi lalai dan tak serius dalam melaksanakan apa yang diperintahkan kepala negara.

“Saya menyesalkan kelalain kementerian terkait menyikapi apa yang diperintahkan Presiden Jokowi. Presiden menyatakan dalam kurun waktu 10 bulan pasar itu harus rampung, namun sudah tiga bulan berlalu tanpa kejelasan,” kata Natan kepada Jubi akhir pekan lalu.

Menurutnya, suka tak suka, jika Presiden sudah memerintahkan, kementerian yang mendapat mandat itu harus melaksanakan apa yang ditugaskan Presiden.

“Di Jakarta banyak kelompok yang dibentuk untuk membangun Papua. Ini juga yang menjadi masalah. Mereka jalan dengan caranya masing-masing. Kepentingan Jakarta ini yang membuat barang tidak jadi. Pembangunan di Papua korban,” ucapnya.

Katanya, kini waktu pembangunan pasar permanen pedagang asli Papua tersisa enam bulan dari target 10 bulan yang diberikan Presiden Jokowi. Ia pesimis tim yang ditunjuk Presiden membangun pasar bisa merampungkan tugasnya dalam sisa waktu yang ada.

“Kalaupun nanti gelontoran dana dari pusat bisa mempercepat pembangunan pasar seperti target Presiden, tapi saya meragukan kualitas bangunannya. Belum tentu sesuai yang diinginkan. Jangan karena hal-hal itu membuat orang Papua tak percaya Jakarta,” katanya.

Ketua Solpap, Pdt. Dora Balubun mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan tim pembangunan pasar yang dibentuk Presiden Jokowi. Pihaknya akan kembali mendesak pasar segara dibangun.

Sementara salah seorang Mama pedagang asli Papua, Yuliana, mengatakan, ia berharap pembangunan pasar segera terwujud. Hingga kini mama-mama pedagang asli Papua berjualan di pasar sementara. (*)

Editor : Zely Ariane
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pembangunan Pasar Mandeg, Legislator Sebut Kementerian Lalai