Kelompok Kajian STFT Meragukan Pembinaan di Asrama Mahasiswa

share on:
STFT Fajar Timur - facebook.com
STFT Fajar Timur – facebook.com

Jayapura, Jubi – Kelompok Kajian Realitas Sosial (KKRS) Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura meragukan pembinaan di tiap asrama mahasiswa/i di Kota Jayapura.

Ketua KKRRS STFT Fajar Timur Lukas Walilo menilai pola pembinaan di balik bangunan-bangunan megah untuk mahasiswa tersebut sangat buruk.

“Buruk tidak hanya karena tidak ada pembinaan, tetapi juga pola pembinaan yang ada tidak sesuai karakter orang Papua,” katanya kepada Jubi di Kota Jayapura, Senin (1/8/2016).

“Anak asrama hidup sesuai dengan tren hidup situasi teknologi dan tidak ada pembinaan,” lanjutnya.

Meskipun ada pembinaan, toh anak-anak asrama dididik sesuai kemauan pengelola asrama, terutama asrama swasta yang dihuni mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jayapura.

Tokoh pemuda dari pegunungan Papua, Yulianus Uropmabin menilai sebagian besar asrama mahasiswa di Jayapura bermasalah.

“Asramanya mewah. Bagus. Lihat dari luar tetapi manajemen di dalam belum ada,” kata Yulianus.

Maka dari itu, Yulianus meminta kepada pemerintah kabupaten/kota di Papua agar memperhatikan seluruh proses dari asrama jika ingin membangun asrama mahasiswa.

Asrama merupakan tempat mempersiapkan intelektual muda Papua agar kelak bisa membangun daerahnya masing-masing selepas kuliah.

“Pendidikan itu harus mendapat perhatiann khusus dan serius karena mahasiswa yang menempuh pendidikan, yang tinggal di asrama-asrama ini masa depan daerah,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kelompok Kajian STFT Meragukan Pembinaan di Asrama Mahasiswa