Korban KDRT di Kota Jayapura Didominasi Perempuan

share on:
Ilustrasi Stop Kekerasan Terharap Perempuan - IST
Ilustrasi Stop Kekerasan Terharap Perempuan – IST

Jayapura, Jubi – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Jayapura, Betty Puy mengatakan dari 16 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara fisik dilakukan pria terhadap perempuan.

Menurutnya hinga kini para korban didampingi tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“Dari enam belas kasus tersebut dan dua kasus kekerasan pada anak, kasus pemerkosaan dan kasus penelantaran. Yang lebih banyak mengalami korban adalah perempuan; dari Januari sampai April,” katanya kepada Jubi di Kota Jayapura, Senin (1/8/2016).

Ia mengakui ada kasus baru, tetapi pihaknya belum mendapatkan data. Oleh karena itu, penanganan tetap dilakukan P2TP2A.

“Kasus yang langsung ke Polres nanti datanya langsung ke Polres Jayapura Kota, sedangkan kasus yang masuk ke P2TP2 itu, akan dilakukan sesuai tahapan yang ada di tim terpadu,” katanya.

Namun demikian pihaknya tetap memediasi jika korbanya minta ke polres untuk ditindaklanjuti.

Ia menyebutkan korban KDRT rata-rata sama, baik OAP (orang asli Papua) maupun bukan OAP. “Tidak semua Papua, tapi ada teman-teman kita yang non Papua juga yang mengalamai kekerasan,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada warga, terutama perempuan agar bisa mengadukan kasus yang menimpanya kepada P2TP2A.

“Lebih banyak mereka mengunakan telepon kepada petugas kita, yang kita kasih termasuk teman-teman, kita di Polsek yang sudah memiliki TPA, seperti Polsek Abepura, Jayapura Utara, bisa dikontak langsung ke sana untuk menyampaikan ada kasus, dan segera kita bantu korban,” katanya.

Ketua Komunitas Hubula Katolik di Tanah Tabi, Beny M. mengatakan kebanyakan laki-laki belum memahami keberadaan perempuaan di dalam rumah tangga. Oleh karena itu, rentan terjadi kekerasan dalam rumah tangga.

“Kemudian tidak ada keterbuakaan, saling mencurigai dan tidak ada komunikasi, yang efektif dalam keluarga akrhir konflik itu terjadi, sehingga komunikasi harus dibangun,” katanya. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Korban KDRT di Kota Jayapura Didominasi Perempuan