Pasien KPS Gunakan Ruang Kelas II

share on:
Gedung RSUD Dok II Jayapura – Jubi/Arjuna.
Gedung RSUD Dok II Jayapura – Jubi/Arjuna.

Jayapura, Jubi – RSUD Jayapura sudah tidak representatif bagi pelayanan sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional karena jumlah SDM pun tak seimbang dengan jumlah pasien yang meningkat.

“Untuk mengatasi membludaknya pasien, kami mengambil kebijakan untuk menerima pasien pengguna KPS di kelas II jika kelas III penuh. Kalau kelas III penuh, kita terima di kelas IV. Tetapi klaim pembayarannya tetap pakai klas III sesuai juknis KPS,” katanya.

Peningkatan pasien, menurutnya terjadi karena 18 Puskesmas di Kota Jayapura belum membuka pelayanan selama 24 jam. Selain itu peningkatan dua bulan terakhir RSUD Jayapura menjadi tempat rujukan dari Provinsi Papua Barat.

“Untuk jangka panjang, kami berencana merenovasi dan membangun gedung yang baru antara lain gedung baru rawat jalan terpadu yang menyerap dana hingga Rp 400 miliar,” katanya.

Selain itu, akan dibangun beberapa ruang perawatan, seperti ruang perawatan kebidanan, bedah pria, bedah wanita, penyakit dalam pria, penyakit dalam wanita, dan ruang perawatan penyakit paru.

“Saya sudah membahasnya dengan Menkopolhukam yang lama Pak Luhut Panjaitan, beliau setuju. Total dana yang kita butuhkan hingga Rp 800-an miliar rupiah. Tapi pergantian Menkopolhukam yang baru ini, saya harap rencana ini tetap berjalan,” ujarnya.

Sejak Mei 2016 RSUD Abepura telah menerima dana tahap awal yang diterima baru terserap Rp 3,5 miliar. Alokasi dana KPS 2016 yang diterima RSUD Jayapura sebesar Rp 60 miliar, termasuk Rp 10 miliar untuk biaya rujukan ke tiga rumah sakit di luar Papua.

Ketua Komisi III DPR Papua, Carolus Bolly mengatakan sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional RSUD Jayapura harus memberikan contoh pelayanan bagi rumah sakit lainnya di Papua.

“Kita harapkan RSUD Abepura pun demikian,” kata Carolus. (*)

Tags:
Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pasien KPS Gunakan Ruang Kelas II