Warga Waisai Keberatan Bayar Tagihan Listrik PLTD

share on:
Ilustrasi pemadaman listrik - Jubi/Ist
Ilustrasi pemadaman listrik – Jubi/Ist

Waisai, Jubi – Menjelang masa peralihan sistem pengelolaan dan pelayanan listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke pihak PT. PLN (Persero) hampir semua warga di Waisai, Raja Ampat, Papua Barat merasa keberatan dan resah soal keharusan untuk membayar tunggakan tagihan-tagihan listrik pihak PLTD yang belum dibayarkan.

Surat edaran Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati saat sosialisasi peralihan dari PLTD ke PLN sebelumnya menegaskan pemutihan atau gratis masuk listrik hanya bisa diberikan kepada pelanggan PLTD yang memiliki tunggakan listrik bulan Mei, Juni dan Juli 2016. Sedangkan di bawah bulan Mei wajib membayarkan tunggakan, jika tidak PLN tidak layani pemasangan instalasi baru.

Salah satu pengusaha warung makan di Waisai, Slamet mengaku bingung dengan tagihan yang harus dibayarkanya. Ia juga mengaku, tunggakan yang harus dibayarkan ke PLTD sudah cukup banyak.

“Jujur Pak, memang saya jarang untuk membayar tagihan langsung. Apalagi jarang juga diingatkan oleh pihak PLTD, jadinya numpuk seperti saat ini,” katanya di Waisai, Senin (1/8/2016).

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat, Djalali mengatakan problem yang dihadapi penduduk soal peralihan listrik itu, sebagaimana yang tertera pada surat edaran bupati, SKPD yang ditunjuk untuk terima pembayaran rekening listrik adalah pertambangan.

“Kita memang akui ada problem yang dihadapi masyarakat, tapi itu beranjak dari subsidi listrik yang diberikan waktu pemerintahan sebelumnya.

“Dimana, pembayaran listrik sempat digratiskan pada masa awal berdirinya Kabupaten Raja Ampat. Mungkin inilah yang membuat masyarakat menjadi terlena, hingga lupa membayar listrik. Bahkan sampai-sampai membiarkan, sama sekali tidak bayar tunggakan,” kata Djalali.

Sesuai batas waktu yang ditetapkan tanggal 10 Agustus 2016, tunggakan listrik sudah harus beres. Tunggakan masyarakat pada umumnya berkisar ratusan ribu hingga Rp 5 juta, sedangkan pengusaha sekitar Rp 10-30 juta, bahan Rp 100 juta. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Waisai Keberatan Bayar Tagihan Listrik PLTD