Potensi Pasar Buah Merah Papua Harus Dimanfaatkan

share on:
Buah merah yang dilelang saat HUT GIDI pada bulan Februari lalu di Wamena - Jubi/Victor Mambor
Buah merah yang dilelang saat HUT GIDI pada bulan Februari lalu di Wamena – Jubi/Victor Mambor

Jayapura, Jubi- Anggota Komisi II Bidang Ekonomi, Pertanian, dan Perkebunan DPR Papua Mustakim mengatakan, potensi pasar buah merah asal Papua yang sudah terkenal khasiatnya di Indonesia bahkan mancanegara harus dimanfaatkan.

Komisi II DPR Papua berupaya mendorong dinas terkait, Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan, agar setiap tahun membuat program pengembangan buah merah tersebut.

“Misalnya luas areal dan penyebaran lokasi perkebunan buah merah, tak hanya pada satu wilayah seperti pegunungan, namun juga di pesisir pantai,” katanya Rabu (3/8/2016).

Menurut Mustakim, pemerintah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sudah mendatangkan mesin pengolah buah merah. Namun mesin tersebut belum beroperasi karena belum ada pasokan bahan baku.

Pemprov Papua kini sedang menggalakkan budidaya buah merah dan menjadi salah satu program Gubernur Papua Lukas Enembe. Karena itu, perlu dilakukan budidaya secara besar-besaran.

“Buah merah merupakan salah satu produk unggulan Papua, di samping produk perkebunan lainnya seperti ubi jalar,” katanya.

Saat ini Pemprov Papua sedang mengembangkan buah merah sebagai produk unggulan di atas lahan seluas 263 hektare. Dibutuhkan bibit sebanyak 400 bibit batang per hectare dengan total bibit 1.005 batang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua Samuel Siriwa mengatakan, pengembangan buah merah difokuskan di 13 kabupaten.

“Untuk ketersediaan bibit disiapkan pihak ketika melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau proses lelang, ini untuk menjaga kebutuhan bibit selama program pengembangan buah merah,” katanya beberapa waktu lalu. (*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Potensi Pasar Buah Merah Papua Harus Dimanfaatkan