Tinggi, Kekerasan Terhadap Perempuan di Vanuatu

share on:
Ilustrasi Stop Kekerasan Terharap Perempuan - IST
Ilustrasi Stop Kekerasan Terharap Perempuan – IST

Jayapura, Jubi – Angka kekerasan terhadap perempuan di Vanuatu mencapai 23.000 kasus sejak tahun 2009. Namun, hanya 380 kasus atau sekitar 2 persen saja yang diproses di pengadilan. Hal itu terungkap dalam Laporan Akses Perempuan dan Anak-anak Terhadap Sistem Pengadilan Formal di Vanautu yang dirilis oleh Pusat Perempuan Vanuatu (VWC).

Dikutip dari laman berita radionz.co.nz pada Jumat 5 Agustus 2016, Koordinator VWC, Meilyn Tahi mengatakan bahwa dirinya telah mendesak agar pemerintah mencabut biaya pengadilan bagi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. Perempuan Vanuatu harus membayar sekitar 1.000 vatu atau sekitar Rp 120.000 ke pengadilan agar kasusnya diproses.

Semula, biaya pemrosesan kasus mencapai 3.000 vatu. Dengan biaya 1.000 vatu saja, banyak perempuan di Vanuatu yang tidak mampu membayar biaya kasus. Apalagi dengan biaya 3.000 vatu. “Kami mendesak agar biaya pengadilan itu dihapuskan, sebab perempuan yang menjadi korban kekerasan itu bahkan tidak punya uang. Karenanya, banyak perempuan tidak melanjutkan pelaporan kasusnya,” ujar Merilyn.

Tahun ini, Vanuatu merayakan hari kemerdekaannya ke-36 dengan mendeklarasikan diri sebagai negara paling bahagia di dunia. Merilyn mengatakan bahwa hal itu sangat bertolak belakang dengan keadaan penegakan hukum bagi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di Vanuatu. Sebab, setiap hari ia bertemu dengan perempuan yang menjadi korban kekerasan dari pasangannya.

Menurut data statistik, sejak 2009 menunjukkan bahwa 60% perempuan berpasangan di Vanuatu mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual oleh suami atau pasangannya. Merilyn hampir setiap hari menerima laporan kasus kekerasan yang dialami perempuan. Hal itu, menurut Aleta Miller dari Perserikatan Bangsa-bangsa (UN Women), hampir menggambarkan keadaan umum di Pasifik, di mana 60 hingga 70% perempuan mengalami kekerasan seksual oleh pasangannya. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber : RNZI
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tinggi, Kekerasan Terhadap Perempuan di Vanuatu