Aksi Miras, Hampir Semua Pejabat Dogiyai Tak Ada di Tempat

share on:
Aksi Solidaritas Peduli Rakyat Budaya Mei tuntut tindaklanjut Perda Miras, Rabu (3/8/2016) – JUBI/Agus Tebai
Aksi Solidaritas Peduli Rakyat Budaya Mei tuntut tindaklanjut Perda Miras, Rabu lalu (3/8/2016) – JUBI/Agus Tebai

Jayapura, Jubi – Aksi lanjutan penolakan Minuman Keras (Miras) yang digelar Solidaritas Rakyat Peduli Budaya (SRPB) Mee Kabupaten Dogiyai, Senin (08/08/2016) tidak berhasil menemui semua pejabat eksekutif dan legislatif, karena tidak satupun ada di tempat.

Kordinator aksi Benediktus Goo, kepada Jubi, Senin (8/8/2016) mengatakan kekecewaannya atas sikap para pejabat terebut, yang dianggapnya egois dan tidak melindungi masyarakat.

“Tadi kami aksi lanjutan soal penolakan Miras di kantor DPRD Dogiyai. Semua pejabat tidak ada, katanya ada di Jakarta. Kami diterima hanya oleh tiga anggota DPRD, masing-masing Elias Anouw, Abner Boma dan  Marselino Tekege. Sikap para pejabat Dogiyai ini kami sangat sayangkan,” ungkap Benediktus Goo via selular, Senin (08/08/2016).

Menurut Goo, wakil DPRP beralasan bahwa semua Muspida (Forkompida) Dogiyai tidak ada di tempat, mereka berjanji akan menindaklanjutinya minggu ini.

“Kami tetap meminta DPRP dan MRP segera membentuk Pansus Korban Miras, dan LSM segera advokasi kasus miras ini,” ujar Goo.

Sementara Kepala Peringdakop Dogiyai, Andrias Gobai mengakui pihaknya sampai saat ini belum pernah mengeluarkan Surat Ijin Usaha untuk Miras di Dogiyai. “Saya tegaskan, hingga saat ini kami belum pernah berikan surat ijin usaha Miras di Dogiyai. Ini ada oknum tertentu yang menjual secara illegal,” jelasnya. (*)

Editor : Zely Ariane
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Aksi Miras, Hampir Semua Pejabat Dogiyai Tak Ada di Tempat