Berhemat, Pemkot Surakarta Batasi Perjalanan Dinas

share on:
Ilustrasi pemotongan anggaran - IST
Ilustrasi pemotongan anggaran – IST

Solo, Jubi – Pemerintah Kota Surakarta akan membatasi agenda perjalanan dinas atau kunjungan kerja dalam dan luar negeri sebagai upaya efisiensi anggaran mulai 2017.

“Perjalanan dinas dengan dalih studi banding ada beberapa yang dinilainya tidak tepat sasaran,” kata Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, di Solo, Selasa (9/8/2016).

Kalau perlu, lanjutnya, perjalanan dinas yang tidak penting, terutama ke luar negeri, akan dibatalkan.

Ia mencontohkan, perjalanan dinas soal infrastruktur jalan atau saluran air tidak memerlukan studi banding.

Begitu pula studi banding penataan atau pembangunan pasar tradisional dinilai tidak penting mengingat penataan pasar tradisional di Kota Solo lebih baik, bahkan menjadi percontohan daerah lain.

“Jadi, untuk hal-hal tersebut tidak perlu studi banding segala ke luar daerah. ‘Wong’ daerah lain saja sering ke Solo, masak kami ke luar daerah untuk studi banding pasar,” katanya.

Rudy juga mengatakan peraturan perjalanan dinas akan dibahas pemkot sejak penyusunan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) APBD 2017.

Ia tidak ingin ada anggaran pemkot yang terbuang sia-sia.

Namun, Rudy tidak merinci lebih jauh berapa efisiensi yang direncanakan dan total anggaran perjalanan dinas yang dikeluarkan pemkot.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Berhemat, Pemkot Surakarta Batasi Perjalanan Dinas