Pengamat Unes: Kriminalisasi Haris Azhar Gegabah

share on:
Haris Azhar, Koordinator Kontras yang dikriminalisasi setelah membeberkan cerita gembong narkoba Ferry Budiman - IST
Haris Azhar, Koordinator Kontras yang dikriminalisasi setelah membeberkan cerita gembong narkoba Ferry Budiman – IST

Padang, Jubi – Pengamat hukum dari Universitas Ekasakti (Unes) Kota Padang, Sumatera Barat, Dr. Otong Rosadi menilai langkah yang diambil oleh Kepolisian dan BNN terhadap Koordinator Kontras, Haris Azhar, terlalu berlebihan dan serampangan.

“Seharusnya sebuah institusi negara tidak berbuat demikian, karena yang dimiliki oleh Haris Azhar merupakan sebuah informasi yang layak diketahui oleh publik dan bersifat umum,” katanya di Padang, Selasa (9/8/2016).

Ia menambahkan, sebuah lembaga negara seharusnya bisa lebih arif dalam menyikapi apabila ada warga negara yang mengetahui kebobrokan sebuah institusi dan melakukan investigasi.

Menurutnya informasi yang dimiliki oleh Haris seharusnya menjadi bukti permulaan, Kepolisian dan BNN harus menindaklanjuti informasi tersebut dengan memanggil dia untuk dimintai keterangan, “bukan malah kompak melaporkan atas tindakan penghinaan,” ujarnya.

Ia menilai persoalan melawan hukum yang disematkan terhadap Koordinator Kontras tersebut tidaklah tepat masuk ke dalam suatu fitnah atau pencemaran nama baik.

“Indikasi sebuah fitnah itu kan jelas, sekarang dia memiliki informasi terkait hal tersebut sehingga dia memberanikan diri mengeluarkan pendapat seperti itu,” terang dia.

Menurut dia apabila pihak kepolisian dan BNN terus menjalankan proses mengkriminalkan Haris Azhar maka ini akan membahayakan upaya penegakan hukum di negara ini.

“Kalau seperti ini tentunya orang yang memiliki informasi tidak akan mau memberikannya kepada publik karena mereka bisa saja dikriminalkan seperti ini,” sebut Otong.

Sebelumnya, Haris menyebarkan tulisan berjudul “Cerita Busuk dari Seorang Bandit: Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)”.

Pernyataan yang telah menyebar melalui media sosial tersebut menceritakan pertemuan Haris dengan gembong narkoba Freddy Budiman, yang mengaku memberikan uang ratusan miliar rupiah kepada penegak hukum di Indonesia.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pengamat Unes: Kriminalisasi Haris Azhar Gegabah