Sektor Jasa Pariwisata, Dominasi Investasi NTT

share on:
Objek wisata Labuhan Bajo - IST
Objek wisata Labuhan Bajo – IST

Kupang, Jubi – Penanaman modal di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih didominasi oleh sektor jasa pariwisata, terutama perhotelan dan akomodasi, dengan total nilai investasi hingga triwulan I-2016 mencapai Rp1,5 triliun.

“Iklim investasi di NTT terus membaik, banyak investor yang tidak ragu-ragu menanamkan modal di wilayah ini. Nilainya bahkan mencapai triliunan rupiah,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi NTT Semuel Rebo di Kupang, Selasa (9/8/2016).

Dia menyebutkan, jumlah investasi itu diperkirakan akan meningkat hingga akhir tahun 2016 dibandingkan total investasi pada 2015 yang hanya mencapai Rp3 triliun.

Peningkatan angka itu, menurut dia, menandakan semakin banyak investor yang melirik wilayah NTT.

“Dari total investasi yang sudah ada, paling banyak di sektor pariwisata, khususnya di bidang perhotelan. Itu paling banyak di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Ba’a Kabupaten Rote Ndao dan Kota Kupang,” jelasnya.

Ia menyebutkan hingga twiwulan II-2016 tercatat sebanyak 14.000 wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi daerah itu pada semester pertama 2016, atau naik 15 persen jika dibandingkan dengan jumlah lawatan pada Januari-Juni 2015.

“Meningkatnya kunjungan wisman ke NTT telah berdampak bagi pergerakan perekonomian daerah dan bisa menambah pendapatan daerah dari sektor pariwisata seperti usaha perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan tangan dan lainnya. Pendapatan masyarakat meningkat sejalan dengan kedatangan para wisatawan,” katanya.

Di bidang usaha perhotelan, kata dia, sektor akomodasi dan makan minum sebagai salah satu indikator pertumbuhan pariwisata provinsi itu pada 2015 berkontribusi sebesar Rp487 miliar, atau 0,6 persen dari total PDRB NTT.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sektor Jasa Pariwisata, Dominasi Investasi NTT