“Full Day School” di Jayapura Tunggu Juknis

share on:
Murid SD di Papua - Jubi/Frans L. Kobun
Murid SD di Papua – Jubi/Frans L. Kobun

Jayapura, Jubi– Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura I Wayan Mudiasya mengatakan, rata-rata sekolah di Kota Jayapura sebenarnya sudah melakukan full day school, karena ada materi tambahan pengembangan siswa pada sore hari.

Meski begitu, katanya, terkait “Full Day School” yang dimaksud Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy baru informasi di catatan kaki berita televisi. Sedangkan petunjuk teknis (juknis) belum ada.

“Jika program itu benar-benar dijalankan, kami akan melihat juknisnya kira-kira apa yang ditambahkan dari 8 jam pelajaran menjadi 10 jam pelajaran selama di sekolah,” katanya.

Mudiasya mengatakan, Dinas tidak berani menerapkan di sekolah sebelum ada edaran juknis dari Kementerian. Meski begitu, ia berpendapat, “Full Day School” sebenarnya tidak menyalahi aturan kebijakan pendidikan sejauh diterapkan dengan baik.

“Karena yang dimaksud dengan “Full Day School” tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri No. 22 Tentang Standar Isi, di sina tidak diatur sekolah itu berlangsung selama lima hari atau enam 6 hari, yang pasti jangan mengurangi kurikulum yang sudah ditetapkan,” katanya.

Menurut Mudiasya, jika “Full Day School”  dijalankan tidak bertentangan dengan undang-undang maka pihaknya akan menerapkan. Misalnya dengan penambahan waktu untuk menyelesaikan materi-materi atau tugas tugas sekolah atau nilai nilai yang belum kelar.

“Itu lebih baik daripada siswa di rumah banyak bermain,” katanya.

Kepala SMA Negeri 1 Kota Jayapura Arianto Kadir menyatakan tidak setuju dengan “Full Day School”. Alasannya siswa bukan mesin, tetapi manusia yang memiliki jiwa, hati, dan wawasan yang harus dibentuk.

“Mereka butuh ruang untuk bersosialisasi dengan masyarakat, butuh ruang untuk bercengkerama dengan keluarga, butuh ruang pertemanan, mereka juga harus tahu bagaimana melakukan pekerjaan di rumah, mereka juga harus bisa mengulang pelajaran di rumah,” katanya.(*)

Editor : Syofiardi
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  “Full Day School” di Jayapura Tunggu Juknis