Lindungi Jemaat dan Perluas Pekabaran Injil, GKI Kingmi Siap Laksanakan Raker I 2016

share on:
Ketua panitia Raker Sinode GKI Kingmi di Tanah Papua ke I, Pdt. Simon Hilapok - Jubi/Abeth You
Ketua panitia Raker Sinode GKI Kingmi di Tanah Papua ke I, Pdt. Simon Hilapok – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Dalam rangka melanjutkan pekabaran Injil dan melindungi jemaat dari berbagai ancaman zaman, Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) Kingmi di Tanah Papua mengukuhkan Pdt. Simon Hilapok sebagai ketua panitia rapat kerja (Raker) dan Petrus Badokapa sebagai sekretaris Raker GKI Kingmi di Tanah Papua di Pos PI Pemulian Ekspo, Waena, Kota Jayapura, Minggu (07/08/2016). Pengukuhan dilakukan oleh ketua Sinode Kingmi, Pdt. Dr. Benny Giay.

Usia dilantik Ketua panitia Raker Sinode GKI Kingmi di Tanah Papua ke I, Pdt. Simon Hilapok mengatakan, agenda mendesak yang akan dilaksanakan adalah menyusun program kerja untuk melahirkan jadwal kerja.

“Kerangka Raker Sinode yang akan kami laksanakan tidak seperti Raker yang sebelumnya dalam bentuk komisi-komisi, tapi yang sekarang adalah refeleksi kembali hasil keputusan konfrensi oleh masing-masing departemen,” kata Pdt. Simon Hilapok.

Menurutnya, dalam Raker yang akan digelar tanggal 26-30 September 2016 di aula STT Walter Post Sentani itu lebih kepada perencanaan, memperuncingnya lalu menetapkan jangka pendek, menengah dan panjang.

“Karena Papua di belakangan ini kami ada di dalam situasi yang tegang. Maka, program mendasar yang akan kami bicara adalah kebutuhan keamanan bagi jemaat, kebutuhan perekonian jemaat setelah itu kami sampaikan Injil agar tubuhnya itu diselamatkan,” ungkapnya.

Pihaknya akan mengundang seluruh Klasis di tanah Papua, yakni 89 Klasis dan 13 Kordinator yang ada bawah naungan Sinode GKI Kingmi di Tanah Papua.

Ketua Sinode Kingmi Papua, Pdt. Dr. Benny Giay melalui Bendaraha Sinode, Pdt. Yahya Lagowan mengatakan, sebagai penginjil pihaknya siap melanjutkan jejak perintis pekabaran Injil Kingmi.

“Jadi, perintis pekabaran Injil di tanah Papua apa yang mereka tinggalkan iman, semangat, kwalitas, pelayanan, keberanian, kesabaran dan juga taruhan hidup nyawa mereka demi pekerjaan Tuhan dan semi jiwa-jiwa umat manusia bahwa generasi yang sekarang juga mengambil sikap atau teladan mereka, supaya gereja ini terus utuh dalam satu kesatuan dalam kasih Tuhan Yesus,” tegas Pendeta Yahya.

Menurutnya, sesuai dengan tema sentral bahwa berubah untuk menjadi kuat berarti jemaat harus kuat jasmani tapi juga harus kuat iman atau rohani.

“Misi Yesus selain memberitakan kerajaan Allah, tapi dia juga memberi makan 5.000 orang, orang yang sakit disembuhkan dan keajaiban lainnya,” imbuhnya .

Karena itu, lanjutnya, saat ini adalah bagaimana caranya agar gereja Kingmi jadi seperti teladan yang ditinggalkan Yesus.

“Jemaat harus siap menjaga warna dan ciri khas dari gereja Kingmi,” tambahnya. (*)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lindungi Jemaat dan Perluas Pekabaran Injil, GKI Kingmi Siap Laksanakan Raker I 2016