Media Ungkap Penyiksaan Anak-anak Pengungsi di Kamp Nauru

share on:

Jayapura, Jubi – Sebuah media massa berbasis di Inggris, The Guardian berhasil mengungkap 2.116 dokumen yang berisi laporan penyiksaan terhadap pengungsi termasuk anak-anak di kamp pengungsian di Republik Nauru. Kamp milik Australia itu terbukti melakukan penyiksaan terhadap pengungsi hingga mengakibatkan trauma dan bahkan kematian karena bunuh diri.

Anak-anak pengungsi di Kamp Nauru/Refugee Action Coalition.
Anak-anak pengungsi di Kamp Nauru/Refugee Action Coalition.

Laporan bertajuk “Nauru Files” itu membuat pemerintah Australia kegerahan karena mereka adalah tertuduh utama di balik penyiksaan terhadap pengungsi, terutama anak-anak. Australia dituntut untuk segera mengakhiri penyiksaan pengungsi dan pencari suaka politik di kamp tersebut.

Dokumen sebanyak 2.116 itu berisi 1.086 laporan insiden penyiksaan yang berlangsung selama Mei 2013 hingga Oktober 2015. Sekitar 51,3% dari insiden itu adalah kasus penyiksaan yang melibatkan anak-anak sebagai korbannya. Laporan-laporan ini berhasil dikumpulkan dari para petugas kamp, kesaksian korban, dokter dan tim medis yang bertugas, serta sumber-sumber rahasia lainnya yang berani memberikan informasi kepada tim jurnalis yang melakukan investigasi.

Salah satu kasus yang dilaporkan antara lain para penjaga yang memaksa menonton anak-anak laki maupun perempuan ketika mandi. Laporan lainnya menyebutkan bahwa para penjaga kamp kerap menampar anak-anak itu lalu melakukan pelecehan seksual terhadap mereka. Bahkan, anak-anak perempuan di bawah 10 tahun sempat dilarang mengenakan pakaian.

Mantan anggota Immigration Health advisory Group, Prof. Louise Newman mengatakan bahwa penyiksaan seperti ini masih berlangsung di dalam kamp. “Saya bersaksi bahwa pelecehan seksual terhadap perempuan adalah masalah serius di Nauru,” ujarnya.

Nauru sendiri adalah negara terkecil di dunia dengan penduduk kurang dari 10.000 jiwa. Australia menyuplai bantuan kepada pemerintah Nauru hingga membuat negara ini disebut juga sebagai negara klien Australia. Selain di Nauru, Australia juga membangun pusat penampungan pengungsi dan pencari suaka politik di pulau Manus, Papua Nugini. (*)

Editor : Lina Nursanty
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Media Ungkap Penyiksaan Anak-anak Pengungsi di Kamp Nauru