Nelayan Labuhan Maringgai Tuntut Manipulasi Izin Tambang Pasir

share on:
Ratusan Nelayan Lampung Timur Demo Tolak Tambang Pasir Laut - inilampung.com
Ratusan Nelayan Lampung Timur Demo Tolak Tambang Pasir Laut – inilampung.com

Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Jubi – Nelayan di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, yang berunjuk rasa menolak penambangan pasir laut, juga menuntut pengusutan dugaan rekayasa sehingga diterbitkan izin usaha pertambangan pasir tersebut.

“Kami baru diberitahu sekarang ini bahwa izin pertambangan sudah keluar padahal sebelumnya tidak ada sosialisasi dari pemerintah adanya eksploitasi tambang pasir laut,” kata Tukiman, perwakilan nelayan dari Desa Margasari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Rabu (10/8/2016).

Menurut dia, persetujuan masyarakat yang dijadikan dasar dikeluarkan izin usaha pertambangan pasir laut itu adalah sebuah rekayasa, karena nelayan hanya memberikan izin pengerukan Sungai Way Penet pada 2013 lalu.

Afria Syahdi, nelayan dari Desa Sukorahayu, juga meminta agar izin pertambangan yang telah dikeluarkan itu segera dikaji ulang mengingat ada ketidakberesan dikeluarkan izin tambang pasir laut itu.

Para nelayan menyatakan tetap menolak tambang pasir laut. “Kami menolak tambang pasir laut di daerah kami, ini adalah harga mati,” kata Subhan, perwakilan nelayan dari Desa Karang Anyar.

Dalam dua hari, Senin dan Selasa (8-9/8), para nelayan sekitar melakukan aksi demonstrasi di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai, menolak eksplorasi dan eksploitasi pasir laut oleh PT Sejati 555 Nuswantara Sejahtera.

Para nelayan itu juga menuntut pengusutan rekayasa izin masyarakat yang mereka duga telah dimanipulasi hingga terbit izin usaha pertambangan pasir laut tersebut.

Aksi unjuk rasa nelayan yang berlanjut pada Selasa (9/8) itu, digelar bersamaan dengan diselenggarakannya pertemuan antara nelayan dengan Pemerintah Provinsi Lampung, diwakili Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Lampung, dan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi Lampung dengan PT Sejati 555 Nuswantara Sejahtera untuk menyosialisasikan rencana ekplorasi dan eksploitasi tambang pasir tersebut.

Sebelum pertemuan itu digelar, ratusan nelayan dari empat desa di Kecamatan Labuhan Maringgai yakni Desa Margasari, Sukorahayu, Sriminosari, dan Karang Anyar menyampaikan tuntutanya agar pihak kepolisian mengusut pemalsuan tanda tangan mereka karena nelayan tidak pernah merasa memberikan izin kepada perusahaan tersebut.

Tuntutan yang disampaikan pada kertas karton putih bertuliskan, “Kami masyarakat nelayan minta keadilan, menuntut manipulasi tanda tangan masyarakat”.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Nelayan Labuhan Maringgai  Tuntut Manipulasi Izin Tambang Pasir