Pemkot Sorong Tak Mengetahui Penjualan Pari Macan

share on:

Kadis Perikanan Kota Sorong, Rudy Laku - Jubi/Niko
Kadis Perikanan Kota Sorong, Rudy Laku – Jubi/Niko
Sorong, Jubi – Dinas Perikanan dan Keluatan Kota Sorong tak mengetahui maraknya penjualan ikan pari macan di pelabuhan rakyat Sorong.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Sorong Rudy Laku kepada Jubi di ruang kerjanya, Rabu (10/8/2016) mengatakan pihaknya akan memperketat penjualan jenis ikan-ikan yang di lindungi semisal pari macan tersebut.

“Kami tegaskan akan mengawasi secara saksama soal ikan jenis tersebut,” katanya.

Namun demikian pihaknya dalam pengawasan penjualan mamalia yang dilindungi itu mengacu pada peraturan daerah Kabupaten Raja Ampat nomor 9 tahun 2011 yaitu melarang adanya penangkapan semua jenis ikan yang dilindungi, seperti pari macan, pari hiu, pari matan dan semua jenis hiu.

Kota Sorong menggunakan Perda Kabupaten Raja Ampat nomor 9 tahun 2011 karena kota ini tak punya wilaya perairan. Wilayah perairannya pun ada hanya dua kilo. Ikan-ikan yang ditangkap nelayan kebanyakan dari perairan Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Tambrauw dan Sorong Selatan.

Dengan demikian Pemkot Sorong mengacu pada perda tersebut karena dia sendiri tak mempunyai perda soal penangkapan ikan. Pemkot hanya menggunakan peraturan menteri. Namun ikan dipasarkan di wilayah Kota Sorong sesuai edaran Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat ke Dinas Perikanan Kota Sorong.

“Kan bagian dari pemeliharaan kelestarian biota yang ada di laut, sehingga kita mengacu pada Perda Kabupaten Raja Ampat tersebut,” katanya.

Sekretaris LSM Barapen Rahman Kabes mengatakan seharusnya pencegahan perdagangan tersebut dilakukan sejak lama.

“Bukan sudah ada informasi dari media masa baru ada eksen untuk pencegahan dan penindakan,” kata Rahman. (*)

Editor : Timoteus Marten
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemkot Sorong Tak Mengetahui Penjualan Pari Macan