Pengadaan Tiga Kapal Bagi Nelayan Merauke Disoroti Anggota DPR RI

share on:
Anggota Komisi IV DPR RI, Solaeman Hamzah di Merauke Selasa (9/8/2016) saat melakukan sosialisasi  UU Nomor 7 Tahun 2016 - Jubi/Frans L. Kobun
Anggota Komisi IV DPR RI, Solaeman Hamzah di Merauke Selasa (9/8/2016) saat melakukan sosialisasi UU Nomor 7 Tahun 2016 – Jubi/Frans L. Kobun

Merauke, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti pengadaan tiga kapal berbahan fiberglas yang merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Karena hanya beberapa saat dioperasikan, dua kapal diantarnya langsung rusak.

“Saya sudah foto kapalnya dan menunjukkan secara langsung ke KKP. Sebagai tindaklanjutnya, dalam waktu tidak terlalu lama, akan ada tim dari kementerian ke Merauke sekaligus melihat keberadaan tiga unit kapal dimaksud,” ujar Anggota Komisi IV DPR RI, Solaeman Hamzah kepada wartawan Selasa (9/8/2016).

Ditegaskan, ketiga kapal tersebut, tidak cocok digunakan  di perairan Merauke. Karena gelombang lautnya termasuk ekstrim. “Saya kira perusahaan yang memproduksi kapal berbahan fiberglas, harus diberikan teguran keras  oleh KKP, karena  kapal tidak bertahan lama setelah dioperasikan para nelayan,” tuturnya.

Ditambahkan, untuk Papua, dialokaskan sebanyak 270 unit kapal fiber dengan berbagai ukuran mulai dari 5 GT sampai 30 GT. Hanya saja, penyerahan ke setiap kabupaten/kota dilakukan secara bertahap lantaran jumlah perusahaan galangan di Indonesia masih terbatas.

Salah seorang nelayan, Suyanto mengaku, pihaknya tak bisa menggunakan kapal yang merupakan bantuan dari KKP.  Karena konstruksinya tak sesuai dengan spesifikasi yang ada.

“Coba dibayangkan saja, dek untuk palka es tidak ada, padahal sangat dibutuhkan para nelayan ketika melakukan aktivitas di laut. Belum lagi, sejumlah peralatan lain tak dilengkapi juga,” tuturnya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pengadaan Tiga Kapal Bagi Nelayan Merauke Disoroti  Anggota DPR RI