Ramos Horta : Dunia International Harus Membantu Papua dan Indonesia

share on:
Ramos Horta bersama dua Co-Chair APF, Fernando da Costa (kanan) dan Jerald Joseph (kiri) - APF
Ramos Horta bersama dua Co-Chair APF, Fernando da Costa (kanan) dan Jerald Joseph (kiri) – APF

Jayapura, Jubi – Ramos Horta mengakui kekecewaanya terhadap situasi di Papua, terutama pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terus terjadi.

Penerima Nobel Perdamaian dan juga mantan Perdana Menteri Timor Leste, Jose Ramos Horta mengatakan pelanggaran HAM di Papua harus diselesaikan dan membutuhkan penanganan khusus.

“Penyiksaan dan intimidasi di Papua harus diselesaikan secepatnya. Saya sedih atas pelanggaran HAM yang terus menerus terjadi di Papua. Dunia Internasional harus membantu mencari penyelesaian dan penanganan masalah yang terjadi di Papua,” ujar Ramos Horta kepada wartawan di Dili, setelah Malam Solidaritas Asian Peoples Forum 2016, 2 Augustus lalu.

Ia menambahkan, jika pemerintah Indonesia menganggap Papua adalah bagian dari Indonesia, maka sudah seharusnya pemerintah Indonesia berdialog dengan orang Papua untuk menyelesaikan masalah ini.

Pada aval bulan Mei lalu, Ramos Horta mengatakan Indonesia dapat menyelesaikan kasus HAM Papua sendiri, tanpa bantuan dari institusi luar.

“Indonesia memiliki banyak badan yang menangani masalah HAM, seperti Komnas HAM juga LSM. Sebaiknya pemerintah juga LSM melakukan investigasi mengenai masalah kekerasan di Papua,” kata Ramos Horta saat itu.

Dia mengatakan sebaiknya pemerintah Indonesia secara kolosal juga melibatkan LSM di Papua untuk melihat kondisi di sana secara terbuka. Horta sendiri, mendapatkan kesempatan berkunjung ke Papua.

Namun penanganan masalah HAM di Papua belum menunjukkan kemajuan yang signifikan hingga saat ini. Upaya pemerintah Indonesia melalui tim terpadu penanganan HAM Papua yang dibentuk oleh Luhut Panjaitan saat menjabat Menteri Kordinator Politik Husum dan Keamanan, mash belum menyentuh akar persoalan, selain terus menerus mendapat kritik dan pennlakan dari rakyat Papua.

Adriana Elisabeth, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang selama ini aktif mendorong dialog antara Papua dengan Jakarta (pemerintah Indonesia) mengatakan pánanganan masalah HAM yang dilakukan oleh pemerintah masih parsial, meski pemerintah mengatakan penangan HAM Papua dilakukan secara parsial.

“Pemerintah memang mulai terbuka mendengar saran dari pihak-pihak lain, namun dalam pelaksanaannya, saran tersebut jarang diakomodir atau tidak dilakukan Penangannya pun mash partial, belum secara holistik seperti kata pemerintah,” kata Adriana. (Xisto Magno)

Editor : Kyoshi Rasiey
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ramos Horta : Dunia International Harus Membantu Papua dan Indonesia
  • Ade Wamena

    Oktavianus Motte, Tidak ada masa depan Papua dalam Indonesia

    View Comment