FPKB Gelar Petisi Tanda Tangan Penolakan Pangkalan Militer di Biak

share on:
Saat aksi petisi dukungan atas penolakan pembangunan pangkalan militer di Biak dan Supiori - Jubi/IST
Saat aksi petisi dukungan atas penolakan pembangunan pangkalan militer di Biak dan Supiori – Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Bertepatan Hari Masyarakat Adat se Dunia tahun 2016, Forum Peduli Kawasan Byak (FPKB) di tanah Tabi menggelar aksi dalam bentuk tanda tangan petisi dukungan atas penolakan pangkalan militer kawan Indonesia Timur di pulau Biak dan Supiori.

“Kami mahasiswa dan masyarakat Biak di tanah Papua, khususnya yang ada di tanah Tabi pada hari ini, Selasa (9/8/2016) bertepatan Hari Masyarakat Adat se Dunia, kami dari suku Biak menolak dengan tegas pembangunan pangkalan militer Indonesia Timur yang akan dibangun di pulau Biak dan Supiori. Dan melakukan petisi tanda tangan di lingkaran Abepura dengan memajang kain putih berukuran 9 meter,” kata Koordinator aksi petisi penolakan Pangkalan Militer di Biak, Silas Usyur ketika bertandang ke redaksi Jubi.

Pihaknya menilai bahwa kehadiran pangkalan militer di Pulau Biak dan Supiori tidak memberikan kontribusi untuk masyarakat Biak.

“Tidak ada kontribusi dari sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya serta infrastruktur. Tapi hanya mengungkap kembali luka lama atau trauma atas kasus Biak Berdarah dan yang akan ada hanya kejadian pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap masyarakat di kawasan wilayah adat Saireri,” katanya.

Sekretaris FPKB, Agus Rumaropen mengaku, tanggal 29 Desember 2015 lalu, Presiden Republik Indonesia, Jokowi melakukan kunjungan ke Biak dan menjanjikan akan dilakukan peningkatan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur serta pengembangan pariwisata di pulau Biak.

“Tapi sekarang terbalik. Hal yang kami tidak ingin yang mau diberikan lagi. Ini sangat keliru,” kata Agus Rumaropen.

Dia mengatakan, anggota DPR RI, Fahri Hamzah yang menyetujui pembangunan Pangkalan Militer ini. Namun itu bukan keinginan masyarakat adat.

“Kami sangat menolak dengan tegas. Dan sementara kami melakukan kampanye penolakan pembangunan itu. Dan dalam waktu dua pekan ke depan akan ada aksi penolakan besar-besaran di Jayapura,” tambahnya. (*)

 

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  FPKB Gelar Petisi Tanda Tangan Penolakan Pangkalan Militer di Biak