Partai Buruh Selandia Baru Minta Australia Jelaskan “Nauru Files”

share on:
Juru Bicara Partai Buruh Selandia Baru, david Shearer - RNZI
Juru Bicara Partai Buruh Selandia Baru, david Shearer – RNZI

Jayapura, Jubi – Partai Buruh Selandia Baru meminta penjelasan Australia terkait beredarnya dokumen penyiksaan pengungsi termasuk anak-anak di kamp Nauru. Laporan yang bertajuk “Nauru Files” itu sangat mengejutkan Partai Buruh hingga mereka segera meminta pertemuan khusus untuk mendengar klarifikasi dari pemerintah Australia.

Juru bicara Partai Buruh, David Shearer mengatakan bahwa pertemuan itu tidak akan menjadi pertemuan yang asal-asalan. “Pertama-tama, kami ingin menyampaikan keprihatinan kami atas apa yang terjadi di Pasifik. Kedua, kami ingin mendengar dari sisi mereka tentang apa yang sesungguhnya terjadi dan bagaimana kebijakan selanjutnya bagi para pengungsi dan pencari suaka politik yang masih tinggal di kamp,” ujar David seperti dilansir radionz.co.nz pada Kamis, 11 Agustus 2016.

Shearer mengakui bahwa ini adalah kali pertama Partai Buruh Selandia Baru menyurati pemerintah Australia untuk meminta pertemuan klarifikasi. “Kami harus peduli karena ini benar-benar terjadi di halaman belakang kami, Australia adalah kawan terdekat kami,” katanya.

Sikap ini senada dengan Partai Hijau Selandia Baru. Anggota Parlemen dari partai itu, Marama Davidson mengatakan Australia seharusnya menjadi bangsa yang menghargai hak asasi manusia. “Selandia Baru harus mengutuk kejadian ini dan wajib mendesak agar kamp pengungsian itu segera ditutup,” tutur Marama yang juga menjadi anggota Komisi HAM Selandia Baru.

Seperti diberitakan sebelumnya, media The Guardian berhasil mengungkap 2.116 dokumen yang melaporkan bahwa telah terjadi penyiksaan pengungsi termasuk anak-anak di kamp Nauru yang dikelola Australia. Dokumen-dokumen itu bocor dari staf dan tim medis yang bertugas di kamp ke awak media hingga akhirnya Nauru Files menggegerkan dunia. Tanggapan berbeda datang dari Perdana Menteri Selandia Baru, John Kei. Ia mengaku belum melihat laporan tersebut dan menolak berkomentar. (*)

Editor : LIna Nursanti
Sumber : RNZI
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Partai Buruh Selandia Baru Minta Australia Jelaskan “Nauru Files”